Harga Cabai Sepedas Rasanya, Pelaku UMKM Ikutan Mengeluh

Harga Cabai Sepedas Rasanya, Pelaku UMKM Ikutan Mengeluh

Harga cabai sepedas rasanya, pelaku UMKM ikutan mengeluh.-Foto: Maryati-

LUBUKLINGGAU, PALPOS.ID - Harga cabai di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel) terus melonjak tinggi.

Hari ini Senin 27 November 2023, harga cabe rawit di sejumlah pasar tradisional, seperti di Pasar Inpres berkisar Rp75.000/kg. Harga cabe merah berkisar antara Rp 90.000 hingga Rp95.000/kg. Sedangkan Cabe setan masih bertahan dikisaran angka Rp100.000/kg.

Berdasarkan informasi Linda (45), pedagang cabai dan sayuran di Pasar Inpres Lubuklinggau, lonjakan Harga cabai tersebut disebabkan pasokan dari agen yang berkurang.

BACA JUGA:Oleh-Oleh Khas Lubuk Linggau, Pisang Es Goreng Rasanya Tiada Duanya dan Bisa Disimpan Lama, Yuk Cobain!

"Informasinya, sebelum inikan cuaca ekstrim jadi banyak tanaman cabe petani yang mati, sehingga hasil panen berkurang jadi harga mahal," ungkap Linda.

Kondisi itu bukan saja membuat sebagian ibu rumah tangga (IRT) menjerit, namun pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM juga ikutan mengeluh.

Pasalnya, tingginya harga cabai berdampak pada omzet dan laba yang mereka peroleh.

BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Suplay 15 Ribu Tabung Gas, Tambahan Suplay LPG Di Sumsel dan Lubuk Linggau

Seperti yang dikatakan Sutiyem (60), pedagang bakso di samping Mapolres Lubuklinggau.

"Kalau normalnya kita beli cabe rawit itu antara Rp30 ribu hingga Rp 35 ribu, sekarang sudah menjadi Rp75 ribu/kg," kata Sutiyem.

Itu artinya, lanjut pedagang yang akrab disapa Bu de ini, secara tidak langsung dia harus menambah modal.

BACA JUGA:Mengungkap Kandungan Nutrisi dan Rahasia Sukses Menanam Cabe di Rumah

"Meski tidak terdampak langsung pada omzet tapi setidaknya keuntungannya berkurang setelah dipotong modal yang harus dikeluarkan," jelasnya.

Terlebih sekarang bukan hanya cabai yang naik, harga bawang juga ikutan naik.

"Tapi yang namanya kita dagang, mau tidak mau tetap dibeli meski terpaksa mengeluarkan modal lebih,' ujarnya.

Kondisi itu diharapkannya tidak berlangsung lama.  "Mudah-mudahan harga kembali normal" harapnya.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: