Kenaikan Harga Daging Ayam Ras dan Tomat Penyebab Inflasi di Palembang Januari 2024

Kenaikan Harga Daging Ayam Ras dan Tomat Penyebab Inflasi di Palembang Januari 2024

Pj Walikota Palembang, Ratu Dewa menghadiri rilis inflasi Kota Palembang di Kantor BPS Kota Palembang.--kominfo palembang

PALEMBANG, PALPOS.ID- Upaya Pemerintah Kota Palembang untuk menurunkan inflasi berhasil. Pada Desember 2023, inflasi Kota Palembang mencapai 3.22 persen (yoy). 

Sedangkan di Januari 2024, inflasi di Kota Palembang menurun menjadi 2,54 persen (yoy).

Hal ini terungkap dalam rilis Inflasi Kota Palembang di Kantor BPS Kota Palembang, Kamis 1 Februari 2024.

Kepala BPS Kota Palembang, Yudhistira Arya Noegraha Ssi Msi mengatakan, dari hasil pemantauan terhadap 393 komoditas di Kota Palembang, tercatat 69 komoditas mengalami kenaikan harga dan 61 komoditas mengalami penurunan. Serta 263 komoditas dengan harga relatif stabil.

Ada beberapa komoditas yang mempengaruhi inflasi di Kota Palembang Januari 2024 ini. 

BACA JUGA:Pj Wali Kota Palembang Ratu Dewa Tegaskan Tangkap Calo Administrasi Kependudukan

BACA JUGA:Pj Walikota Palembang Instruksikan Dinsos dan Tim Tagana Bantu Warga Terdampak Banjir

Diantaranya, kenaikan harga daging ayam ras sebesar 7,03 persen, kemudian harga tomat naik 28,38 persen.

Lalu, bawang putih naik 6.84 persen, emas dan perhiasan 1,22 persen, ikan mujair 5,01 persen, ikan nila 4,30 persen, bawang merah 3,56 persen, ikan lele 2,81 persen, ikan gabus 8,83 persen dan semangka 8,56 persen.

"Namun inflasi di Kota Palembang memang menurun jika dibandingkan Desember 2023. Bahkan, lebih kecil dari angka inflasi nasional yang mencapai 2,57 persen," jelas Yudhistira.

Sedangkan untuk deflasi, sambung dia, untuk Kota Palembang deflasi -0,02 persen.

BACA JUGA:Aksi Heroik PHL PUPR Palembang, Selamatkan 2 Anak Nyaris Tenggelam di Sungai Musi, Begini Kondisinya

BACA JUGA:Kayu Manis sebagai Penjaga Rahasia Kesehatan Pankreas: Peran Polyphenol dalam Melindungi Sel-Sel Beta

Deflasi ini dipengaruhi oleh penurunan harga Cabai Merah -14,82 persen, angkutan udara -10,59 persen, cabai rawit -25,09 persen. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: