KSAL Optimistis TKDN Kapal Selam Scorpene Evolved Lebih dari 50 Persen

KSAL Optimistis TKDN Kapal Selam Scorpene Evolved Lebih dari 50 Persen

--

NASIONAL, PALPOS.ID-Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyatakan optimisme yang tinggi mengenai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dari dua unit kapal selam Scorpene Evolved yang akan dibangun di Surabaya, Jawa Timur.

Menurutnya, kapal selam ini akan memiliki kandungan lokal lebih dari 50 persen.

Dalam jumpa pers yang digelar di Jakarta, Laksamana Ali menjelaskan bahwa kedua kapal selam tersebut akan dibangun di dalam negeri, tepatnya di galangan kapal PT PAL Indonesia yang berlokasi di Surabaya.

BACA JUGA:Babcock Tandai Milestone Penting: Mesin Utama Terpasang di HMS Active!

BACA JUGA:Kerjasama Strategis di DSA 2024 Antara Korea Selatan dan Malaysia

"Harapannya nanti lebih dari 50 persen, karena dibangun dari awal di dalam negeri, tetapi kita masih dibantu oleh pihak luar, dalam hal ini Naval Group untuk membangun dari awal kapal selam di PT PAL," ujar Laksamana Ali.

Meski demikian, pembangunan dua kapal selam Scorpene Evolved, yang merupakan teknologi dari Naval Group Prancis, masih menunggu kontrak pembelian yang efektif.

"Ini akan dimulai setelah kontrak efektif. Harapannya bisa langsung dikerjakan di PT PAL, mulai dari kapal pertama, dan pihak Naval Group sudah bersedia untuk membangun kapal selam dari awal di PT PAL," tambahnya.

BACA JUGA:Kekuatan Tersembunyi: Mengapa Kapal Selam SSN Menjadi Ancaman yang Serius?

BACA JUGA:Punya Kekuatan yang Menakutkan Tank T-90 Rusia di Kancah Medan Perang Ukraina

Pada 4 April 2024, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI mengumumkan bahwa pemerintah Indonesia resmi membeli dua unit kapal selam Scorpène Evolved dari Naval Group.

Kontrak ini mencakup pengadaan kapal selam dengan bobot antara 1800–2800 ton yang dilengkapi dengan Advanced and Improved Propulsion (AIP).

Kontrak tersebut ditandatangani oleh perwakilan Kemhan RI bersama Naval Group dari Prancis dan PT PAL Indonesia.

BACA JUGA:KF-21 Boramae: Geopolitik, Gaduh Pembayaran, dan Masa Depan Kerjasama Pertahanan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: