TPID Sumatera Selatan Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Jelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H
TPID Sumatera Selatan Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Jelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H-Foto:dokumen palpos-
Dalam rangka menjaga stabilitas harga, TPID Sumatera Selatan terus memperkuat koordinasi dan sinergi melalui strategi pengendalian inflasi berbasis 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Hingga akhir Februari 2026, telah dilaksanakan 47 kegiatan operasi pasar murah/GPM/SPHP di berbagai wilayah Sumatera Selatan, serta 16 kali inspeksi mendadak (sidak) pasar untuk memastikan harga sesuai HET dan ketersediaan stok mencukupi.
BACA JUGA:Kemenkum Sumsel Bahas Sinkronisasi Akses Bantuan Hukum bagi Tahanan Lapas/Rutan
BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Sumsel Dorong Optimalisasi Akses Bantuan Hukum di Kecamatan Sako
Menjelang Idulfitri, BI Sumsel bersama TPID Kota Palembang juga melakukan sidak di Pasar Lemabang dan Lotte Grosir Palembang untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan harga tetap stabil.
Upaya stabilisasi turut diperkuat melalui pemberian subsidi harga dan subsidi ongkos angkut, termasuk pelaksanaan GPM di Desa Gasing, Kabupaten Banyuasin, dengan dukungan subsidi ongkos angkut untuk 9 komoditas utama dengan total berat sekitar ±4 ton.
Penguatan koordinasi dilakukan melalui berbagai forum komunikasi, seperti Rapat Koordinasi TPIP–TPID Wilayah Sumatera, High Level Meeting, serta peluncuran Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) yang dihadiri Deputi Gubernur Bank Indonesia dan kementerian terkait.
Di tingkat daerah, komitmen tersebut juga diperkuat melalui Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang pada tahun ini mengusung tema Goes to Pesantren serta dirangkaikan dengan business matching KDKMP dan Koperasi Pesantren dengan SPPG sebagai offtaker.
Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah Daerah dalam TPID, berkomitmen terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi guna menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas sektor pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan, termasuk dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




