Pantomim Seni Ekspresi Tanpa Kata yang Tetap Eksis
Pantomim Seni Ekspresi Tanpa Kata yang Tetap Eksis-Foto:Dokumen Palpos-
PALEMBANG, PALPOS.CO – Seni pantomim menjadi salah satu cabang seni pertunjukan yang terus bertahan dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Meski dimainkan tanpa dialog maupun suara, pantomim mampu menyampaikan pesan, emosi, hingga cerita hanya melalui gerakan tubuh, mimik wajah, dan gestur pemain.
Dikatakan Sawal, Penggiat Seni Pantomim mengatakan Ia mengenal pantomim dipengaruhi perkembangan budaya anak muda sejak era 1980-an hingga sekarang.
Saat itu, katanya perkembangan pantomim di kota tersebut mulai terlihat sejak sekitar tahun 1987 ketika budaya breakdance sedang populer di kalangan remaja.
BACA JUGA:OJK Sumsel & HIPMI Syariah Perkuat Keuangan Syariah dan UMKM
BACA JUGA:Wagub Sumsel Cik Ujang Hadiri Harlah ke-10 Ponpes Hidayatullah Mubtadiin, Ajak Warga Jaga Kerukunan
Menurutnya, ketika aktivitas breakdance mulai dibatasi di kawasan Lapangan Hatta atau yang dikenal masyarakat sebagai “Laeang”, banyak komunitas seni kemudian beralih menekuni pantomim sekitar tahun 1990-an.
“Sekitar tahun 87-an breakdance ramai, lalu saat kegiatan di Laeang mulai ditutup, banyak yang akhirnya beralih ke pantomim pada tahun 90-an,” ujarnya usai menjadi juri Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kota Palembang.
Ia menjelaskan, pantomim memiliki karakter unik karena mengandalkan kelenturan tubuh, ekspresi wajah, hingga gerakan tangan untuk menyampaikan cerita kepada penonton tanpa menggunakan kata-kata.
“Pantomim itu disampaikan lewat gerakan, mimik, gestur, dan ekspresi,” katanya.
BACA JUGA:Sekda Sumsel Edward Candra Resmi Buka Turnamen Sepak Bola RS Siti Fatimah Cup IV 2026
BACA JUGA:Meriah! Cik Ujang Senam Bareng Ratusan Warga Lubuklinggau, Ini Pesannya.
Berasal dari Yunani dan Berkembang dari Dunia Teater adapun sejarah, pantomim diketahui berasal dari Yunani dan berkembang dari seni teater klasik.
Pada masa lalu, keterbatasan audio dan dialog membuat para pemain teater menggunakan bahasa tubuh untuk memperkuat penyampaian cerita di atas panggung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:





