Herman Deru Targetkan Groundbreaking Pelabuhan September 2026.
Herman Deru Targetkan Groundbreaking Pelabuhan September 2026.- Fhoto: humas pemprov sumsel -
PALPOS.CO - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru resmi menetapkan nama baru megaproyek pelabuhan di Sumatera Selatan menjadi PT Pelabuhan Internasional Samudera Tanjung Carat.
Pergantian nama dari Palembang New Port ini dilakukan sebagai simbol dimulainya percepatan pembangunan pelabuhan sekaligus untuk meningkatkan daya tarik investasi, dengan target groundbreaking atau peletakan batu pertama pada September 2026.
Pengumuman tersebut disampaikan Herman Deru usai menggelar pertemuan bersama konsorsium pengembang yang terdiri atas PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Samudera Pasai Indonesia (SPI), dan PT Sumsel Energi Gemilang (Perseroda/SEG) di Griya Agung, Palembang, Jumat (10/7/2026).
Menurut Herman Deru, penetapan nama baru tersebut bukan sekadar perubahan identitas proyek.
BACA JUGA:Herman Deru Dukung Penuh Kejuaraan Bola Basket Piala Gubernur Sumsel.
Nama PT Pelabuhan Internasional Samudera Tanjung Carat diharapkan menjadi simbol semangat baru untuk mempercepat pembangunan pelabuhan yang telah lama dinantikan masyarakat Sumatera Selatan.
"Nama ini kita pilih sesuai kesepakatan konsorsium. Ini bukan sekadar nama, tetapi simbol kebangkitan.
Selama ini kita dibelenggu trauma masa lalu dengan pertanyaan: siapa yang akan memulai duluan? Dengan nama baru ini, kita mulai akselerasi," ujar Herman Deru.
Ia menjelaskan, setelah penetapan nama, tahapan berikutnya adalah menyelesaikan proses administrasi, termasuk penetapan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) sebagai anchor dalam pengelolaan proyek.
BACA JUGA:Polda Sumsel Fasilitasi Mediasi Kasus Kekerasan Pelajar di Palembang, Utamakan Perlindungan Anak
BACA JUGA:Herman Deru Tanam Pohon Blangeran dan Dorong Percepatan Perbaikan WTP di Kebun Raya Sriwijaya
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga menargetkan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) segera rampung sehingga pembangunan fisik dapat dimulai pada September 2026.
Herman Deru menegaskan bahwa fokus utama saat ini bukan lagi membahas komposisi kepemilikan saham, melainkan memastikan proyek berjalan sesuai target.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



