Iklan Astra Motor

Tahu Aci, Kuliner Tradisional Khas Tegal yang Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Makanan Modern

Tahu Aci, Kuliner Tradisional Khas Tegal yang Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Makanan Modern

Gurih, kenyal, dan bikin rindu kampung halaman-Fhoto: Istimewa-

PALPOS.CO - Di tengah maraknya makanan cepat saji dan kuliner modern yang terus bermunculan, tahu aci tetap menjadi salah satu ikon kuliner tradisional yang bertahan dan digemari masyarakat.

Makanan khas daerah Tegal, Jawa Tengah ini tidak hanya dikenal oleh warga lokal, tetapi juga semakin populer di berbagai daerah di Indonesia.

Tahu aci merupakan makanan sederhana yang terbuat dari tahu goreng yang diisi adonan aci atau tepung tapioka.

Aci tersebut biasanya dicampur dengan bawang putih, daun bawang, garam, dan merica sehingga menghasilkan rasa gurih yang khas.

BACA JUGA:Tahu Sumedang: Ikon Kuliner Lokal yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

BACA JUGA:Martabak Manis, Jajanan Legendaris yang Terus Bertahan di Tengah Tren Kuliner Modern

Tahu aci disajikan dalam kondisi hangat dan sering dinikmati bersama cabai rawit atau saus sambal.

Menurut sejumlah pedagang, tahu aci sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan menjadi jajanan favorit masyarakat dari berbagai kalangan.

Mulai dari anak-anak, pelajar, hingga orang dewasa, banyak yang menjadikan tahu aci sebagai camilan sehari-hari karena rasanya yang lezat dan harganya yang terjangkau.

“Saya sudah berjualan tahu aci lebih dari 20 tahun. Dari dulu sampai sekarang peminatnya tidak pernah sepi,” ujar Sumarno, salah satu pedagang tahu aci di kawasan Alun-Alun Tegal.

BACA JUGA:Pisang Molen, Camilan Tradisional yang Terus Bertahan di Tengah Tren Kuliner Modern

BACA JUGA:Resep Kwetiau Goreng Rumahan: Lezat, Praktis, dan Anti Gagal

Ia mengatakan bahwa tahu aci memiliki keunikan tersendiri dibandingkan tahu isi pada umumnya. Tekstur aci yang kenyal berpadu dengan tahu goreng yang renyah di luar membuat makanan ini memiliki cita rasa khas.

Keberadaan tahu aci juga tidak lepas dari peran para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Banyak pedagang yang menggantungkan penghasilan dari berjualan tahu aci, baik secara keliling maupun menetap di pasar tradisional.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: