Harga Emas Terus Terpukul, Logam Mulia Kembali Terjerembab Setelah “Jatuh Pingsan” di Akhir Pekan
Harga Emas Terus Terpukul, Logam Mulia Kembali Terjerembab Setelah “Jatuh Pingsan” di Akhir Pekan-Foto:dokumen palpos-
PALPOS.CO - Pukulan keras terhadap harga emas belum juga mereda. Setelah sempat “jatuh pingsan” akibat aksi jual besar-besaran pada perdagangan Jumat lalu, emas kembali menerima hantaman telak pada awal pekan ini.
Pada Senin (2/2/2026), harga emas dunia memperpanjang koreksi terdalam dalam lebih dari satu dekade, menandai pembalikan dramatis dari reli panjang yang sebelumnya mengantar logam mulia ini ke rekor tertinggi sepanjang masa.
Mengutip Yahoo Finance, harga emas spot anjlok hingga 4% pada perdagangan awal pekan.
Tekanan jual tak hanya menghantam emas, tetapi juga menyeret perak ke jurang koreksi yang lebih dalam.
Harga perak tercatat merosot hampir 12%, setelah sehari sebelumnya membukukan penurunan intraday terbesar sepanjang sejarah.
Pada pukul 07.16 waktu Singapura, harga emas tercatat turun 3,2% ke level USD 4.742,73 per ounce. Sementara itu, harga perak ambles 7,7% ke USD 78,84 per ounce.
Nasib serupa dialami platinum dan paladium yang sama-sama tertekan. Di sisi lain, Indeks Dolar Bloomberg menguat 0,9% pada sesi sebelumnya, menambah beban bagi pasar logam mulia.
Aksi jual ini dipicu oleh menguatnya dolar Amerika Serikat setelah muncul kabar Presiden AS Donald Trump akan menominasikan Kevin Warsh sebagai pimpinan baru Federal Reserve.
BACA JUGA:Hal yang Wajib Dipahami Sebelum Ternak Ayam Petelur, Pemilihan Bibit Jadi Kunci Utama
Prospek perubahan arah kebijakan bank sentral AS tersebut mendorong investor keluar dari aset lindung nilai dan beralih ke dolar.
Padahal, para pengamat pasar sebelumnya telah mewanti-wanti bahwa reli emas yang “luar biasa” berpotensi mengalami koreksi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:






