Iklan Astra Motor

Udang Scampi : Primadona Laut yang Kian Diminati Pasar Global

Udang Scampi : Primadona Laut yang Kian Diminati Pasar Global

Lembut, manis, dan berkelas.-Fhoto: Istimewa-

PALPOS.CO - Udang scampi semakin mencuri perhatian pasar kuliner dan industri perikanan dalam beberapa tahun terakhir.

Komoditas laut yang dikenal dengan dagingnya yang lembut dan rasa manis alami ini kini menjadi salah satu produk unggulan di berbagai restoran kelas atas hingga pasar ekspor internasional.

Permintaan yang terus meningkat membuat udang scampi disebut-sebut sebagai “emas baru” dari sektor perikanan.

Scampi sebenarnya merujuk pada jenis krustasea yang mirip lobster kecil, sering pula disebut sebagai Norway lobster atau langoustine.

BACA JUGA:Bolu Kukus Pandan Asli Mekar, Wangi Alami dan Lembut di Lidah

BACA JUGA:Semur Daging Empuk dan Gurih, Menu Andalan Pendamping Nasi untuk Segala Suasana

Bentuknya ramping dengan capit kecil dan warna cangkang kemerahan. Di Indonesia, istilah scampi kadang digunakan secara luas untuk menyebut udang berukuran besar yang diolah dengan gaya masakan Barat, seperti garlic butter scampi.

Namun secara biologis, scampi memiliki karakteristik tersendiri yang membedakannya dari udang windu atau vaname.

Data dari pelaku industri perikanan menunjukkan bahwa harga scampi di pasar internasional relatif stabil dan cenderung tinggi dibandingkan jenis udang biasa.

Hal ini disebabkan oleh ketersediaannya yang terbatas serta proses penangkapan yang memerlukan teknik khusus.

BACA JUGA:Semur Jengkol Gurih Manis, Rahasia Empuk dan Tak Bau Menyengat

BACA JUGA:Sambal Goreng Kerang Remis, Kuliner Laut Tradisional yang Kian Digemari

Scampi umumnya hidup di perairan dingin dengan kedalaman tertentu, sehingga tidak mudah dibudidayakan seperti udang vaname.

Menurut sejumlah eksportir hasil laut, negara-negara Eropa seperti Italia, Prancis, dan Inggris menjadi pasar utama scampi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: