PHR Zona 1 Perkuat Kesiapsiagaan Selama Idulfitri, Pastikan Operasi Migas Aman dan Pasokan Energi Terjaga
Suasana fasilitas produksi PEP Lirik dan PEP Jambi, bagian dari wilayah kerja PHR Zona 1 meneguhkan komitmen keselamatan operasi selama momentum Lebaran.-Foto:dokumen palpos-
PALPOS.CO - Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional, khususnya selama periode libur dan cuti bersama Hari Raya Idulfitri.
Komitmen ini diwujudkan melalui peningkatan pengawasan keselamatan kerja, kesiapsiagaan personel, serta penguatan mitigasi risiko di seluruh wilayah operasional.
Langkah strategis tersebut dilakukan guna memastikan seluruh aktivitas produksi minyak dan gas bumi (migas) tetap berjalan aman, andal, dan berkelanjutan, meskipun berada di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat saat momen Lebaran.
General Manager PHR Zona 1, Mefredi, menyampaikan bahwa aspek keselamatan kerja menjadi prioritas utama selama periode Idulfitri.
BACA JUGA:Bansos PKH 2026 Segera Cair Usai Lebaran, Ini Cara Cek NIK di DTKS dan Syarat Penerima
Menurutnya, keberhasilan operasional tidak hanya bergantung pada kesiapan sistem dan teknologi, tetapi juga pada kedisiplinan para pekerja dalam menjalankan budaya keselamatan.
“Keamanan operasi selama Idulfitri tidak hanya bergantung pada kesiapan sistem, tetapi juga pada kedisiplinan setiap pekerja dalam menjalankan perilaku keselamatan.
Karena itu, aturan keselamatan kerja perusahaan terus kami tekankan di seluruh wilayah kerja,” ujar Mefredi.
Dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan, PHR Zona 1 menugaskan tim tanggap darurat yang siaga selama 24 jam penuh.
BACA JUGA:Primadona Lebaran 2026, Konsumsi BBM Pertamax Series Naik Signifikan
Tim tersebut terdiri dari Incident Management Team (IMT) dan Site Emergency Response Team (SERT) yang memiliki peran penting dalam merespons cepat setiap potensi gangguan operasional maupun keadaan darurat.
Selain itu, pemeriksaan berkala terhadap peralatan darurat juga terus dilakukan sebagai bagian dari penguatan sistem keselamatan operasi. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan seluruh fasilitas dalam kondisi optimal dan siap digunakan kapan saja.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:






