Iklan Banner Pemprov - Idul Fitri 1 Syawal 1447 H
Iklan Banner Idul Fitri 1447 Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Pertamina Drilling Angkat Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Inovasi Seragam Bekas Curi Perhatian Forum Internasional

Pertamina Drilling Angkat Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Inovasi Seragam Bekas Curi Perhatian Forum Internasional

Assisten Manager Brand & Medua Pertamina Drilling, De Berkah Darmond menyampaikam presentasinya tentang limbah disulap jadi bernilai-Foto:dokumen palpos-

PALPOS.CO - Tidak banyak yang menyangka bahwa seragam kerja bekas dari aktivitas pengeboran minyak dan gas—yang umumnya berakhir sebagai limbah—justru mampu mencuri perhatian dunia internasional. 

Namun, inovasi inilah yang dibawa oleh Pertamina Drilling Services Indonesia dalam ajang bergengsi 7th Asia Pacific Conference on Industrial Engineering and Operations Management yang diselenggarakan oleh IEOM Society International di Bangkok, Thailand, pada Jumat, 27 Maret 2026.

Dalam forum yang dihadiri akademisi, praktisi, hingga pemangku kepentingan industri dari berbagai negara tersebut, Pertamina Drilling tampil membawa gagasan inovatif yang sederhana namun berdampak besar: limbah bukanlah akhir, melainkan awal dari penciptaan nilai baru.

Gagasan ini dipresentasikan assisten manager brand & media pertamina drilling, Ade Barkah Darmond melalui paper ilmiah berjudul “From Waste to Value in Drilling Operations: Material Flow Analysis of Pertamina’s Circular Uniform Upcycling Initiative”. 

BACA JUGA:Bocoran Alur Cerita Ghost in the Cell, Film Terbaru Joko Anwar yang Tembus 86 Negara

BACA JUGA:Film Ghost in the Cell Karya Joko Anwar Tembus 86 Negara, Tayang di Indonesia 16 April 2026

Dalam paparannya, Ade Berkah Darmond menjelaskan bagaimana perusahaan mengelola limbah seragam bekas melalui program unggulan bernama GUD (Gear Upcycling Drilling).

Program ini berfokus pada pengolahan kembali seragam kerja bekas menjadi produk-produk baru yang bernilai ekonomis sekaligus memiliki nilai keberlanjutan.

Tidak sekadar mengurangi limbah, pendekatan ini juga menghadirkan dimensi baru dalam praktik industri energi yang lebih ramah lingkungan.

Ade Berkah menjelaskan, melalui pendekatan Material Flow Analysis (MFA), setiap bagian dari seragam bekas dianalisis secara menyeluruh.

BACA JUGA:Bansos PKH 2026: Maksimal 4 Penerima per Keluarga, Potensi Bantuan Tembus Rp10 Juta per Tahun

BACA JUGA:Kilang Plaju Perkuat Keandalan Fire Protection System

Proses ini memungkinkan perusahaan untuk menelusuri aliran material, mengidentifikasi potensi pemanfaatan ulang, serta memaksimalkan penggunaan setiap potongan kain yang tersisa.

“Di balik setiap limbah, selalu ada potensi yang bisa dihidupkan kembali. Melalui GUD, kami ingin menunjukkan bahwa industri tidak hanya bisa menghasilkan energi, tetapi juga harapan bagi lingkungan, masyarakat, dan masa depan,” ungkap Ade dalam presentasinya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait