Iklan BANNER SUMSEL MAJU TERUS UNTUK SEMUA
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Kisah Pilu PMI Asal Prabumulih: Tergiur Gaji Besar, Dipaksa Lakukan Love Scamming hingga Disiksa

Kisah Pilu PMI Asal Prabumulih: Tergiur Gaji Besar, Dipaksa Lakukan Love Scamming hingga Disiksa

Dadang Gumbira (baju putih) di dampingi kepala dinas tenaga kerja Prabumulih, H Sanjay Yunus.-Foto:dokumen palpos-

PRABUMULIH, PALPOS.CO - Ungkapan lama “untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak” tampaknya sangat tepat menggambarkan nasib yang dialami Dadang Gumbira, seorang mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. 

Niat hati ingin memperbaiki ekonomi keluarga dengan bekerja di luar negeri, justru berujung penderitaan panjang yang nyaris merenggut kebebasannya.

Berawal dari tawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji besar dan pekerjaan ringan, Dadang Gumbira mengaku tergiur hingga akhirnya memutuskan berangkat ke luar negeri melalui sebuah agen di Jakarta.

Ia bersama sejumlah calon PMI lainnya dijanjikan pekerjaan mudah, yakni hanya membagikan tautan atau link ke media sosial.

BACA JUGA:Dua Sekawan Pelaku Pembobol Pondok Kebun Durian di Prabumulih Diringkus Polisi, Kerugian Capai Rp8 Juta

BACA JUGA:Makam Keramat Puyang Gunung Ibul Terbakar, Spekulasi Bermunculan, Netizen: Jangan Kaitkan Dengan Mistis Ce

Namun kenyataan yang dihadapi sangat jauh dari ekspektasi. Setibanya di lokasi kerja, Dadang justru dipaksa terlibat dalam praktik penipuan daring atau love scamming serta aktivitas perjudian online.

Para pekerja ditargetkan untuk meraup keuntungan hingga 3.000 dolar Amerika Serikat atau setara lebih dari Rp50 juta.

“Awalnya kami hanya dijanjikan pekerjaan membagikan link di media sosial.

Tapi ternyata kami dipaksa mencari korban melalui Facebook dan Instagram dengan modus love scamming,” ungkap Dadang saat diwawancarai di ruang kerja Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Prabumulih, Senin, 6 April 2026.

BACA JUGA:Deni Victoria Tegaskan DPRD Prabumulih Siap Kawal Program Prioritas dan Efisiensi Pembangunan 2027

BACA JUGA:Pertamina Drilling Tampil di OTC Asia 2026, Pamerkan Teknologi ERRA dan Operasikan 57 Rig Migas

Dalam praktik tersebut, Dadang mengaku dirinya dan rekan-rekannya diminta mendekati korban dengan berpura-pura menjalin hubungan asmara.

Setelah korban percaya, mereka kemudian diarahkan untuk terlibat dalam perjudian online atau aktivitas penipuan lainnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait