Polda Sumsel Kawal Pemulangan 14 Warga Palembang Korban Dugaan TPPO dari Kamboja
Polda Sumsel Kawal Pemulangan 14 Warga Palembang Korban Dugaan TPPO dari Kamboja-Foto:dokumen palpos-
PALEMBANG, PALPOS.CO — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan melalui Direktorat Reserse PPA dan PPO melaksanakan pengawalan dan pendampingan dalam proses penjemputan serta pemulangan 14 warga asal Kota Palembang yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari Kamboja.
Kegiatan penjemputan berlangsung sejak Sabtu, 28 Maret 2026 hingga Senin, 30 Maret 2026, melalui koordinasi lintas instansi antara Polda Sumsel, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, serta kementerian terkait.
Proses penjemputan diawali dengan keberangkatan tim gabungan ke Jakarta guna mempersiapkan kedatangan para korban.
Pada Minggu malam, 29 Maret 2026, sebanyak 14 warga tersebut tiba di Bandara Soekarno-Hatta dan langsung menjalani asesmen awal oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, Kementerian Luar Negeri, serta instansi terkait lainnya.
BACA JUGA:Tiga Pengguna Sabu di Musi Banyuasin Direhabilitasi, Polres Muba Terapkan Keadilan Restoratif
Selanjutnya, pada Senin, 30 Maret 2026, para korban diberangkatkan menuju Palembang dan tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sekitar pukul 12.50 WIB.
Setibanya di Sumatera Selatan, para korban langsung diarahkan ke Gedung Graha Bina Praja untuk menjalani proses asesmen lanjutan.
Penyidik Ditres PPA dan PPO Polda Sumsel kemudian melakukan pendalaman terhadap keterangan para korban guna mengidentifikasi modus operandi serta jaringan yang terlibat dalam dugaan praktik TPPO tersebut.
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho melalui Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh dalam menangani kasus ini secara profesional.
BACA JUGA:Tujuh KK Terdampak Bencana di OKU Selatan Terima Bantuan Langsung dari Polres dan Bhayangkari
BACA JUGA:Kemenkum Sumsel Perkuat Komitmen Pertahankan WBBM dan Apresiasi Pegawai Teladan
“Kami memastikan proses penegakan hukum berjalan transparan dan menyeluruh. Fokus utama kami adalah memberikan perlindungan kepada korban serta mengungkap jaringan yang bertanggung jawab atas dugaan eksploitasi ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menangani kasus kejahatan transnasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




