Trend Penemuan Kasus TB Di Muara Enim Meningkat
GERMAS : Kadinkes Muara Enim dr Eni Zatila MKM membuka kegiatan Cek Kesehatan Gratis Serentak se-Kabupaten Muara Enim dan Pencanangan Kampung Germas di Desa Harapan Jaya.-Foto:dokumen palpos-
MUARA ENIM, PALPOS.CO - Dalam tiga tahun terakhir, trend penemuan penderita TB (Tuberkulosis) di Kabupaten Muara Enim terus meningkat.
Hal ini dikarenakan masifnya upaya Pemkab Muara Enim dalam menekan penyebaran TB di Kabupaten Muara Enim untuk menuju eliminasi TB tahun 2030.
"Tingginya temuan kasus TB ini bukannya buruk, tetapi sebaliknya sehingga dalam penanganannya benar-benar komprehensif dan tepat sasaran," jelas Kadinkes Muara Enim dr Eni Zatila MKM saat membuka kegiatan Cek Kesehatan Gratis Serentak se-Kabupaten Muara Enim dan Pencanangan Kampung Germas dalam rangka memperingati Han Tuberkulosis Sedunia Tahun 2026 dengan Tema "SATU TB"di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Senin 13 April 2026.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Camat Muara Enim Elvik Fransiska, Ketua Forum Kades Kabupaten Muara Enim Muslim, Kades Harapan Jaya Trimo, unsur Muspicam, Manajemen PT Sarana Bahana Sarana (SBS), Tokoh masyarakat, para undangan, ratusan masyarakat Harapan Jaya dan 23 Puskesmas lainnya di wilayah Kabupaten Muara Enim.
BACA JUGA:Jagung Tumbuh Subur, Ketahanan Pangan Nasional Menguat
BACA JUGA:Efisiensi Anggaran, Program Bedah Rumah Dipangkas 50 Persen
Menurut Eni, tren penemuan kasus TB memang meningkat dalam 3 tahun terakhir.
Tahun 2024 jumlah 1677 kasus atau (67%), tahun 2025 jumlah1785 kasus (72%), dan pada tahun 2026 sampai bulan April tercatat 329 (15%) dari target capaian kasus 90%.
Sedangkan sebaran temuan kasus TB pada tahun 2025 yang terbanyak di Kecamatan Lawang Kidul sebanyak 280 kasus, Muara Enim 223 kasus, dan Tanjung Agung 173 kasus.
Adapun tantangan saat ini dalam hal pemberantasan TB, lanjut Kadinkes, masih ada stigma negatif di masyarakat tentang penyakit TB sehingga masih ada pasien yang tidak mau berobat karena malu, dan masih kurang kepatuhan minum obat (tidak sampai tuntas) sehingga penyakit TB tidak kunjung habis.
"Minum obat tersebut sekali saja lewat itu harus mulai dari awal lagi. Pengobatan TB ini minimal 6 bulan dan harus benar-benar dikontrol. Dalam pengawasan ini bukan saja dari petugas kesehatan tetapi juga dari keluarga," jelas Eni.
BACA JUGA:DPD PAN Muara Enim Perkuat Struktur Partai Lewat Muscab VI
BACA JUGA:Target Distrik Rujukan Google, Dorong Digitalisasi Pembelajaran di Sekolah
Lebih lanjut Kadinkes mengatakan bahwa hampir di setiap kegiatan berobat gratis yang digelar oleh Dinkes antusiasme masyarakat sangat tinggi, hal tersebut bisa dilihat banyaknya masyarakat yang datang untuk cek kesehatan gratis.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




