Pertamina Drilling Gandeng Halliburton, Bidik Proyek Migas dan Geothermal Global hingga Timur Tengah
PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) dengan PT Halliburton Indonesia melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU)-Foto:Dokumen Palpos-
PALPOS.CO - Upaya memperluas kiprah industri jasa pengeboran Indonesia di pasar internasional terus dilakukan.
Salah satunya melalui kolaborasi strategis yang dijalin PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) dengan PT Halliburton Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Tangerang pada pertengahan Mei 2026.
Kerja sama tersebut menjadi langkah penting bagi kedua perusahaan dalam memperkuat sinergi dan mengembangkan peluang bisnis di sektor energi, khususnya jasa penunjang pengeboran minyak dan gas bumi (migas), energi panas bumi (geothermal), serta migas nonkonvensional, baik di Indonesia maupun di pasar internasional.
Penandatanganan MoU ini sekaligus menegaskan komitmen Pertamina Drilling untuk terus memperluas jangkauan bisnisnya di tengah meningkatnya kebutuhan energi global.
BACA JUGA:Bansos 2026: 5 Syarat Mutlak Penerima Bansos 2026, Begini Cara Cek Penerima Bantuan Kemensos
Melalui kolaborasi dengan salah satu perusahaan jasa energi terbesar di dunia tersebut, Pertamina Drilling berharap dapat meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam industri jasa pengeboran internasional.
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, mengatakan kerja sama dengan Halliburton merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperluas layanan rig services, baik untuk operasi pengeboran di darat (onshore) maupun lepas pantai (offshore).
Menurut Avep, peluang bisnis di sektor energi masih sangat terbuka lebar, terutama untuk proyek migas, geothermal, serta pengembangan migas nonkonvensional di berbagai negara.
“Kerja sama ini menunjukkan komitmen Pertamina Drilling untuk terus memperkuat kapabilitas perusahaan sekaligus memperluas ekspansi bisnis internasional.
BACA JUGA:Bansos 2026: Empat Bantuan Diperkirakan Cair Serentak Akhir Mei, PKH hingga PIP Siap Disalurkan
BACA JUGA:Pemekaran Wilayah Lampung: Kabupaten Seputih Timur Digadang Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Kami melihat peluang besar dalam pengembangan proyek migas, geothermal maupun migas nonkonvensional, termasuk potensi kerja sama di kawasan Timur Tengah,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut tidak hanya berorientasi pada pengembangan bisnis semata, tetapi juga menjadi sarana untuk mempercepat transfer teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:





