Cegah Merebaknya DBD, Pemdes Pedamaran 1 Bersama Puskesmas Gelar Fogging
Pihak Pemerintah Desa Pedamaran 1 saat melaksanakan kegiatan fogging.-Foto:Dokumen Palpos-
OKI,PALPOS.CO - Guna mencegah merebaknya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Pemerintah Desa (Pemdes) Pedamaran 1, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten OKI menggelar fogging (pengasapan).
Kepala Desa Pedamaran 1, M Tirta Rahmawan mengatakan, saat ini ada beberapa warganya yang terpapar penyakit akibat inveksi virus dengue yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk jenis Aedes Aegypti tersebut.
"Pertama, anaknya kak Arion. Kemudian, cucunya kak Ervani. Kondisi mereka saat ini sedang dirawat di rumah sakit.
Terpaparnya kurang lebih sudah 3 sampai 4 hari," ungkap M Tirta, Selasa, 9 Juni 2026.
BACA JUGA:Semangat Membangun Masjid Harus Sejalan dengan Memakmurkannya
BACA JUGA:BNNK OKI Tingkatkan Kapasitas Guru Pendamping, Wujudkan Sekolah Bersih Narkoba
Dalam hal ini, lanjutnya, Pemdes Pedamaran 1 hadir dan berkoordinasi dengan pihak Puskesmas untuk turun melaksanakan kegiatan fogging, mulai dari pagi menjelang siang hari.
"Untuk sekarang, kegiatan fogging kita lakukan di dusun 3 sampai 5. Sementara, dusun 1 dan 2, mungkin kita agendakan di hari Jum'at nanti," ujarnya.
Dikatakannya lagi, selain fogging, mereka juga akan menggelar kegiatan gotong royong kebersihan untuk membangkitkan atau membangun rasa sadar terhadap nilai gotong royong tersebut.
"Kita juga mengimbau kepada masyarakat, mari galakkan hidup sehat untuk tetap membersihkan bak-bak tempat mandi dan sampah. Kalau kita laksanakan, Insya Allah terhindar dari penyakit," tuturnya.
BACA JUGA:Gaji Ke-13 ASN OKI Cair, Bupati Ingatkan Dahulukan Biaya Sekolah
BACA JUGA:Digitalisasi Pajak Daerah, ASN OKI Jadi Pelopor Peningkatan PAD
Hendra selaku Kadus 5 Pedamaran 1 menambahkan, kegiatan fogging akan terus digalakan dalam waktu satu bulan sekali, terutama di saat musim penghujan nanti.
"Target kita hari ini terutama di titik terdampak yaitu, dusun 5, 4, dan 3 dengan memakai 3 alat fogging. Kita berharap, semoga masyarakat dapat terbebas dari penyakit DBD pada tahun 2026 ini," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



