UNSRI Berdayakan PAUD Lewat Program DASHAT Berbasis Inovasi Lele dan Kelor di Desa Tanjung Lubuk
Tim pengabdian masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat sukses menggelar Program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) di PAUD Bunga Nusa Indah, Desa Tanjung Lubuk, Kecamatan Indralaya Selatan, Ogan Ilir. --
PALPOS.CO - Universitas Sriwijaya (UNSRI) melalui tim pengabdian masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat sukses menggelar Program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) di PAUD Bunga Nusa Indah, Desa Tanjung Lubuk, Kecamatan Indralaya Selatan, Ogan Ilir.
Program ini hadir untuk memberdayakan ibu-ibu yang memiliki anak usia dini agar berperan aktif dalam mencegah stunting melalui pemanfaatan pangan lokal yang bergizi dan terjangkau.
Ketua Tim Pengabdian, Faradina Aghadiati, S.Gz., M.Gz., menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai respons terhadap masih tingginya angka stunting di Kabupaten Ogan Ilir, yang diperkirakan berada pada kisaran 20-22%.
Menurutnya, pencegahan stunting memerlukan pendekatan spesifik yang berkelanjutan dan berbasis ketersediaan pangan lokal di masyarakat.
BACA JUGA:UNSRI Gandeng SEASREP Filipina, Perkuat Riset dan Pertukaran Akademik Asia Tenggara
BACA JUGA:Rektor UNSRI Ajak Sivitas Akademika Maknai Kemerdekaan dengan Semangat Pengabdian dan Persatuan
"Oleh karena itu, kami memfokuskan program ini pada pemanfaatan potensi lokal Desa Tanjung Lubuk yang cukup melimpah, yaitu ikan lele dan daun kelor. ikan lele merupakan sumber protein hewani yang sangat baik, sementara daun kelor kaya akan mikronutrien penting," jelas Agha.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para ibu dan guru PAUD mendapatkan pelatihan komprehensif, dimulai dari edukasi gizi dasar hingga praktik pengolahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Anggota tim pengabdian, Fitri Aulia, SKM., M.Epid., menekankan bahwa pemahaman orang tua adalah pondasi utama dalam memutus rantai stunting.
"Masalah stunting erat kaitannya dengan pola asuh dan pola makan. Edukasi gizi penting diberikan agar para ibu tidak hanya paham bahaya stunting bagi kecerdasan anak, tetapi juga tahu bagaimana menyusun menu yang tepat. Oleh karena itu, kami memberikan Modul DASHAT agar materi mudah diaplikasikan sehari-hari," jelas Fitri.
BACA JUGA:FKM Unsri Hadirkan Pakar UKM Bahas Risiko Logam Berat, Pestisida dan Mikroplastik
Bagian yang paling antusias diikuti oleh peserta adalah pelatihan pengolahan pangan.
Menggunakan metode hands-on training, para ibu diajak terjun langsung mengolah ikan lele dan daun kelor menjadi inovasi menu yang ramah anak, seperti pentol, nugget, dan pancake lele-kelor. Menu-menu ini dinilai lebih menggugah selera anak dibandingkan olahan konvensional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



