Tinjau Lokasi Longsor Desa Ulak Bandung, Siapkan Excavator
TINJAU : Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turun langsung meninjau lokasi longsor.-Foto:Dokumen Palpos-
MUARA ENIM, PALPOS.CO - Pemerintah Kabupaten Muara Enim bergerak cepat menindaklanjuti tanah longsor yang terjadi di tepian Sungai Lematang, Desa Ulak Bandung, Kecamatan Ujan Mas.
Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turun langsung meninjau lokasi.
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut hasil rapat yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Muara Enim, Drs H Rusdi Hairullah MSi.
Selain melihat kondisi longsor, tim juga memetakan aksesibilitas alat berat jenis Excavator PC 200 yang akan dikerahkan untuk melakukan normalisasi alur Sungai Lematang.
BACA JUGA:Tiga Kendaraan Laka Beruntun, 1 Tewas, 2 Luka Ringan
BACA JUGA:Karhutla Dekati Pemukiman, Satgas Maksimalkan Pemadaman
Langkah tersebut diperlukan lantaran aliran Sungai Lematang dinilai terus mengikis dinding tanah di tepian sungai yang berada dekat dengan permukiman warga Desa Ulak Bandung.
Kepala UPTD Alat Berat dan Pengujian Bahan Mutu Dinas PUPR Muara Enim, Muhammad Yusuf ST., bersama Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Muara Enim, Mashuri SE, menyampaikan bahwa longsor dipicu oleh pengikisan lapisan tanah akibat arus Sungai Lematang.
"Kondisi tersebut diperparah dengan adanya batuan sedimen keras berupa campuran kapur dan tanah liat atau napal yang muncul di tengah aliran sungai ketika debit air mulai menyusut selama musim kemarau," ujar Yusuf, Rabu 16 September 2026.
Kemunculan material tersebut membuat aliran air berubah dan menghantam secara langsung bagian tepian sungai yang berada dekat dengan permukiman warga.
BACA JUGA:Warga Keluhkan Hampir Dua Pekan Air Tak Mengalir
BACA JUGA:Pengurangan Dana Transfer, Muara Enim Defisit Rp195 Miliar
"Untuk itu, dalam waktu dekat sebagai langkah awal Pemkab Muara Enim akan menurunkan Excavator PC 200 untuk melakukan normalisasi Sungai Lematang," jelasnya.
Normalisasi diharapkan dapat membantu mengatur kembali aliran sungai sehingga tekanan arus terhadap dinding tanah di tepian sungai dapat dikurangi dan risiko longsor tidak semakin meluas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

