PALEMBANG, PALPOS.ID - Terkendalinya harga pangan sebagai langkah menekan inflasi menjadi komitmen Pemprov Sumsel saat ini.
Namun konsistensi dalam upaya tersebut, dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar upaya tersebut berjalan dengan baik. Termasuk juga peran dari Ikatan Keluarga Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI). Dimana IKAPPI dinilai dapat menjadi jembatan bagi para pedagang dengan pembeli. Maupun pedagang dengan pemerintah agar setiap persoalan yang berpotensi meningkatnya inflasi dapat segera diatasi. BACA JUGA:Gubernur Deru Harapkan Event Nasional Musi Run 2022 Meningkatkan Kunjungan Wisatawan ke Sumsel "Upaya ini harus dilakukan secara bersama-sama. IKAPPI ini juga diharapkan aktif memantau setiap persoalan yang terjadi di pasar-pasar, termasuk soal harga. Beri perhatian khusus kepada para pedagang ini," kata Gubernur Deru ketika menghadiri pelantikan Pengurus DPW IKAPPI Sumsel di Pasar Kebun Bunga Palembang, Senin 12 September 2022. Menurut Herman Deru, kolaborasi dalam pengendalian harga tersebut tentu merupakan sebuah keharusan. "Untuk mendorong upaya pemerintah tersebut, IKAPPI harus memetakan baik potensi yang bisa dilakukan pedagang maupun masalah yang terjadi di pasar,” ungkapnya. ‘’Kumpulkan data seakurat mungkin berapa jumlah pasar dan berapa jumlah pedagang,” jelasnya. BACA JUGA:Masifkan Sosialisasi dan Edukasi Kadarkum, Gubernur Deru Gandeng Jajaran Kejati Sumsel ‘’Nantinya data tersebut bisa dimanfaatkan untuk memecahkan suatu masalah yang terjadi maupun digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan potensi para pedagang," katanya. Apalagi, lanjutnya, belakangan kerap terjadi persoalan terkait minimnya ketersediaan pangan sehingga membuat harga pangan tersebut melambung dan berimbas pada turunnya omset para pedagang. "Turunnya omset pedagang karena ada beberapa faktor. Yang pertama karena pandemi, lalu adanya unsur kemudahan dan kepraktisan,” tuturnya. Seperti belanja secara daring yang saat ini dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga omset pedagang di pasar menurun. ‘’Kemudian juga soal minimnya ketersedian pangan tersebut," terangnya. BACA JUGA:Wapres Ma'ruf Amin Tunjuk Gubernur Deru Sebagai KDEKS Sumsel Terkait terbatasnya ketersediaan pangan tersebut, Herman Deru menekankan agar IKAPPI mampu mencari solusinya. Gubernur Deru sendiri menyebut, terbatasnya ketersediaan pangan disebabkan karena sistem yang berbelit sehingga berimbas pada keterlambatan distribusi. "Inilah tugas IKAPPI untuk mempermudah jalur pendistribusian. Kita harus membuat terobosan yang saya sebut tol distribusi pendistribusian suatu barang pangan tidak mengalami hambatan. Artinya jangan membuat akses pendistribusian tersebut berbelit," paparnya. Sebagai Gubernur sekaligus Pembina IKAPPI Sumsel, Herman Deru berharap IKAPPI dapat memberikan peran signifikan bagi kesejahteraan pedagang. BACA JUGA:Gubernur Deru Sebut Bimbingan BPK jadi Navigasi Pemda Mengelola Keuangan "Saya juga sudah dinobatkan sebagai bapak pedagang Sumsel berharap IKAPPI ini dapat menjadi mitra pemerintah dalam pengendalian inflasi pangan ini," bebernya. Sementara itu, Ketua Umum DPP IKAPPI Abdullah Masuri mengatakan, IKAPPI merupakan wadah bagi para pedagang. Dimana IKAPPI berupaya untuk meningkatkan potensi para pedagang. ‘’IKAPPI ini hadir untuk membantu mengatasi persoalan yang dialami para pedagang. Salah satunya soal turunnya omset para pedagang hampir 50 persen yang disebabkan beberapa faktor. Kita berupaya agar omset para pedagang kembali meningkat dan normal," katanya. Dia menyebut, salah satu faktor turunnya omset pedagang tersebut karena menjamurnya pasar modern seperti mini market maupun supermarket. BACA JUGA:Gubernur Deru Libatkan HDCI Geliatkan UMKM di Ajang Sriwijaya Gran Fondo "Pasar-pasar modern itulah yang membuat omset pedagang pasar tradisional menurun. Kita harapkan pemerintah juga sedikit membatasi izin untuk pasar modern tersebut sehingga omset para pedagang kembali normal," tuturnya. IKAPPI sendiri, lanjutnya, juga tengah berupaya mengajak masyarakat untuk berbelanja di pasar modern melalui program yang telah diinisasi. "Kita punya program ayo kembali ke pasar tradisional. Program ini merupakan ajakan agar masyarakat tetap berbelanja kebutuhan di pasar tradisional. IKAPPI juga memberikan program latihan kewirausahaan, edukasi dan bantuan hukum gratis bagi para pedagang," pungkasnya. (*/rilis)IKAPPI Sumsel Wadah Atasi Keluhan Pedagang Pasar Tradisional
Rabu 14-09-2022,11:41 WIB
Editor : Bambang
Tags : #pemprov sumsel
#pedagang pasar tradisional
#pasar kebun bunga
#kota palembang
#gubernur sumsel
#gubernur deru
#dpw ikappi sumsel
Kategori :
Terkait
Selasa 23-06-2026,10:37 WIB
Pertahankan WTP 12 Kali Beruntun, Herman Deru Beberkan Realisasi APBD Sumsel 2025 di DPRD.
Selasa 16-06-2026,12:11 WIB
Prestasi Membanggakan! Pemprov Sumsel Kembali Sabet WTP, Bukti Akuntabilitas di Era Herman Deru
Senin 15-06-2026,20:43 WIB
Gubernur Herman Deru Dukung Sensus Ekonomi 2026, Ajak Masyarakat Berikan Data Akurat dan Terbuka
Senin 15-06-2026,20:10 WIB
Herman Deru: Silaturahmi dan Semangat Berbuat Jadi Kunci Kesuksesan dan Kemajuan Daerah
Jumat 12-06-2026,11:14 WIB
Herman Deru: Sumsel Dapat Tambahan 13 Ribu Unit Perumahan
Terpopuler
Selasa 30-06-2026,20:07 WIB
Pemekaran Wilayah Sumatera Utara: Wacana Pembentukan 8 Provinsi Baru Dinilai Mampu Maksimalkan Pengelolaan SDA
Selasa 30-06-2026,17:01 WIB
Privasi Makin Terjaga ! WhatsApp Hadirkan Username, Nomor Telepon Bisa Disembunyikan
Selasa 30-06-2026,20:21 WIB
Bansos 2026: Syarat Terbaru dan Cara Cek Status Bansos Pangan, Anda Masih Dapat atau Tidak?
Selasa 30-06-2026,21:53 WIB
Mazda CX-5 Generasi Ketiga Laris di Jepang, Varian Tertinggi Jadi Pilihan Favorit Konsumen
Selasa 30-06-2026,18:25 WIB
Kajati Sumsel Siap Tindak Tegas Dugaan Pelanggaran Hukum Program MBG, Sejumlah Korupsi Besar Diproses
Terkini
Rabu 01-07-2026,15:21 WIB
Bupati OKI Apresiasi Dedikasi Polri Jaga Keamanan dan Kawal Pembangunan
Rabu 01-07-2026,15:16 WIB
Kasus Korupsi DLH Lubuklinggau Memanas, Mantan Kadis Diperiksa Kejari: 100 Saksi Dimintai Keterangan
Rabu 01-07-2026,15:09 WIB
Ditpolairud Polda Sumsel Evakuasi Paus Biru Sepanjang 13 Meter yang Terdampar di Banyuasin
Rabu 01-07-2026,14:56 WIB
Polisi Tetapkan 15 Tersangka Kasus Dugaan Kredit Fiktif Bank BUMN, Kerugian Capai Rp90 Miliar
Rabu 01-07-2026,14:47 WIB