PALEMBANG, PALPOS.ID – Harga minyak dunia terus turun. Hal itu membuat pemerintah semakin serius melakukan kajian untuk menurunkan harga Bahan Bakar Minyak atau BBM Pertamina.
Dalam proses pengkajian tersebut dilakukan setelah tren harga minyak mentah dunia turun. Ada beberapa jenis harga BBM Pertamina yang sedang dilakukan kajian, yaitu jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Menurut Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, pengkajian dilakukan mengingat tren menurunnya harga minyak mentah dunia. BACA JUGA:Horee, Pemerintah Kaji Harga 3 Jenis BBM Ini Turun BACA JUGA:Bahan Bakar CNG Pengganti BBM Pertalite Selain Irit juga Ramah Lingkungan Harga minyak mentah dunia bahkan sempat berada pada posisi paling rendah pada pedagangan pekan lalu yakni USD 71 per barrel. Namun besaran harga BBM Pertamina yang akan ditetapkan nanti tentu bukan hanya melihat fluktuasi harga minyak mentah dunia. Ada pertimbangan lain seperti harga Mean of Plats Singapore (MOPS) maupun nilai tukar rupiah. "Tentu kita review. Secara berkala semua Jenis Bahan Bakar Umum atau JBU akan dikaji dengan pertimbangan-perimbangan yang ada," kata Irto seperti dikutif radarkaur.co.id dari CNBCIndonesia, Minggu 25 Desember 2022. BACA JUGA:Ayo Tinggalkan BBM Pertalite dan Beralih ke CNG Sepeda Motor Bisa Irit Rp6.9 Juta Pertahun BACA JUGA:5 Jenis BBM Bensin Pertamina, Pilih yang Cocok Dengan Kendaraan Anda Pada 1 Desember 2022 lalu, harga BBM Pertamina telah mengalami kenaikan untuk jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Irto sebelumnya mengatakan, kenaikan harga ini merupakan evaluasi harga secara berkala untuk produk-produk BBM non-subsidi yakni Pertamax Series dan Dex Series. Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Indonesia sepertinya memang serius untuk mengganti BBM Pertalite, dengan Bahan Bakar CNG. Bahkan penggantian BBM Pertalite dengan Bahan Bakar CNG, akan mulai diberlakukan awal Januari 2023 atau tinggal menghitung hari. BACA JUGA:Tahun 2023, Aturan Baru BBM Subsidi Diterapkan. Ini Cara Untuk Beli Solar dan Pertalite ! BACA JUGA:Gudang BBM Ilegal di Muaraenim Terbakar, 3 Pekerja Terpanggang, Dua Mobil Ludes Informasinya, saat ini bahan bakar CNG sendiri baru digunakan sekitar 2 persen kendaraan di seluruh dunia. Akan tetapi, ada keunggulan tersendiri dari bahan bakar CNG dibandingkan dengan BBM Pertalite yang digunakan saat ini. Yakni selain harganya yang murah Rp3.000 dan lebih irit. Juga kualitasnya setara Pertamax Turbo Ron 98. Dan yang lebih penting lagi, bahan bakar CNG tersebut ternyata juga ramah lingkungan lho. BACA JUGA:Pos Indonesia Ungkap Perpanjangan Pencairan Bansos BLT BBM, Alasannya... BACA JUGA:Bansos BLT BBM Bakal Cair Januari 2023, Begini Cara Pengajuannya... Namun, dibalik semua itu, ada juga keinginan pemerintah untuk mengurangi penggunaan minyak yang keberadaannya mulai menipis. Kemudian, juga untuk memanfaatkan sumber energi baru terbarukan sebagai pengganti BBM. Tak ayal, informasi terkait CNG ini sedang ramai menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Karena CNG sendiri terdiri dari 70-90 persen metana, gas rumah tangga paling signifikan kedua. Dan berkontribusi untuk perubahan iklim setelah karbon dioksida. BACA JUGA:Catat! Ini 6 Bansos 2023 untuk Pemilik KIS BPJS Kesehatan, Mulai PIP hingga Prakerja BACA JUGA:4 Cara Cek Penerima Bansos PIP dari Kemendikbudristek, Gampang Kok! Termasuk kesiapan dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas atau SPBG untuk memasarkan CNG tersebut. Namun, sebelum dipasarkan mulai Januari 2023, CNG sendiri sudah dilakukan uji coba oleh pemerintah terhadap sepeda motor, mobil, hingga perahu nelayan. Diketahui, di Amerika Serikat, lebih dari dua pertiga gas alam berasal dari rekahan hidrolik, juga dikenal sebagai fracking. 3 Persentase sisanya merupakan produk sampingan dari pengeboran minyak mentah. BACA JUGA:Belum Dapat Bansos PIP, Coba Lakukan 10 Langkah Ini ! BACA JUGA:11.9 Juta Pelajar penerima Bansos PIP Kemdikbudristek 2022, Buruan Cek Nama Kamu... Mengompresi gas alam menguranginya menjadi 1 persen dari volume aslinya, membuatnya dapat digunakan sebagai bahan bakar transportasi. Selain itu, CNG diklaim paling murah dan irit Penggunaan CNG bisa berkesempatan menghemat hingga 55 persen dibanding saat menggunakan Pertalite. Bahkan, untuk penggunaan CNG 4 liter perhari untuk sepeda motor, bisa lebih irit Rp6,9 juta per tahun. (*)Harga Minyak Dunia Turun Pemerintah Kaji Harga BBM
Senin 26-12-2022,08:34 WIB
Reporter : Koer
Editor : Bambang
Tags : #pertamina patra niaga
#minyak dunia
#irto ginting
#harga bbm
#cng
#bbm non-subsidi
#bbm
#bahan bakar minyak
Kategori :
Terkait
Minggu 01-03-2026,16:18 WIB
Pertamina Patra Niaga Dampingi Transformasi Rusun 26 Ilir Jadi Ruang Tumbuh Anak
Jumat 20-02-2026,14:05 WIB
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Pastikan Kesiapan Distribusi Energi pada Momen Ramadan 1447 H
Rabu 18-02-2026,18:50 WIB
Kuota dipangkas 7 persen, Pemkab dan DPRD Muba Minta Tambahan Pasokan Agar Masyarakat Tak Terbebani
Sabtu 31-01-2026,10:56 WIB
Zona Steril Harga Mati, Menilik Ketatnya Regulasi Penyimpanan Solar di Atas 1.000 Liter
Terpopuler
Selasa 03-03-2026,17:26 WIB
Praktis dan Efisien, Cek Tagihan BPJS Kesehatan dengan NIK Cukup Lewat HP
Selasa 03-03-2026,17:45 WIB
Bansos 2026: KPM Penerima PKH Wajib Lengkapi 7 Syarat Ini Agar Bantuan Rp600 Ribu Cair
Selasa 03-03-2026,15:53 WIB
Konflik Amerika Serikat, Israel dan Iran Memanas, Pemkot Prabumulih Data & Pantau 13 Warga yang Bekerja di Tim
Selasa 03-03-2026,21:00 WIB
Geely EX2 Pro Tawarkan Kabin Lapang dan Performa Sigap, Siap Jadi Andalan Mobilitas Urban
Selasa 03-03-2026,15:22 WIB
Uji Coba di MWC 2026 Menampilkan Teknologi AI-RAN Ditingkatkan Skalanya Bersama Nokia dan NVIDIA
Terkini
Rabu 04-03-2026,11:13 WIB
Polres Muba Tetapkan Pemilik Penyulingan Minyak Ilegal yang Terbakar sebagai Tersangka
Rabu 04-03-2026,11:08 WIB
Palembang Dipercaya Gelar Konferensi Anxi Sedunia, Gubernur Herman Deru Siap Dongkrak Pariwisata
Rabu 04-03-2026,11:04 WIB
Sekda Edward Candra Apresiasi Distribusi Beras 2025, Pastikan Pengawalan Ketat Tahun 2026
Rabu 04-03-2026,11:00 WIB
Herman Deru Tegas: LPTQ Harus Cetak Juara, FU3SS Wajib Jaga Sumsel Tetap Kondusif.
Rabu 04-03-2026,10:55 WIB