Kenaikan Harga Beras Tidak Banyak Menguntungkan Petani

Kamis 07-09-2023,19:46 WIB
Reporter : Febi
Editor : Diansyah

MUARA ENIM - Kenaikan harga beras di Kabupaten Muara Enim sejak sepekan terakhir mengalami kenaikan.

Namun kenaikan harga beras tersebut tidak banyak berdampak terhadap harga jual gabah di tingkat petani. 

“Kenaikan harga beras di pasaran tidak banyak berdampak menguntungkan para petani,” ujar Noprian (32) petani Desa Pajar Bulan, Kecamatan Semendo Darat Ulu (SDU), Kabupaten Muara Enim, Kamis (7/9).

BACA JUGA:Harga Berasdi OI Ikut Meroket, Ternyata Ini Sebabnya...

Bahkan, Bahkan menghadapi musim kemarau ini banyak beralih menanam tanaman umbi-umbian seperti umi celembu kerena masih dapat berhatan meski pasokan air menipis.

Sebab, kata dia, lahan persawahan atau lahan pertanian wilayah Kecamatan Semendo Darat Ulu (SDU) sebagian tadah hujan sehingga saat terjadi kemarau sebagian petani beralih menanam tanaman yang tidak membutuhkan banyak air.

“Memasuki musim kemarau seperti saat ini kalau menanam padi sangat besar potensi terjadi gagal penen sehingga kerugian biaya operasional juga sangat besar. Kalau lahan persawahan memiliki perairan irigasi tentunya tidak berperanguh terhadap musim kemarau, jika mendukung dalam satu tahun bisa tanam tiga kali,” jelasnya.

BACA JUGA:Duduki Posisi ke-4 Nasional Sebagai Daerah Produksi Beras, Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin Akan terima Ini

Mengenai kenaikan harga beras sejak memasuki bulan September ini, kata dia, sama sekali tidak berpengaruh bagi petani.

“Harga naik, namun biaya kebutuhan untuk sehari-hari ikut mengalami kenaikan juga. Belum lagi kalau BBM naik seluruh bahan pokok dan lainnya ikuti naik. Artinya kenaikan harga beras tidak berpengaruh,” tegasnya.

Sementara itu, kenaikan harga beras tersebut menjadi petaka bagi emak-emak . Betapa tidak, para emak-emak tersebut harus pintar-pintar mensiasati untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. 

BACA JUGA:Bulog Sumsel-Babel Cek Perkembangan Harga Beras SPHP, Pastikan Masyarakat Konsumsi Beras Murah dan Berkualitas

“Kalau naik terus tentunya sangat memberatkan bagi ibu-ibu rumah tangga. Agar kebutuhan keluarga bisa terpenuhi, ada beberapa kebutuhan bahan pokok harus dikurangi. Kemudian kita tidak tau kenaikan beras tersebut faktor penyebabnya apa sehingga dirasa sangat memberatkan masyarakat menengah kebawah,” keluh Ika Angraeni (35).

Terpisah, Owner Toko Manisan Heri Thomas (50) menjelaskan kenaikan harga beras tersebut terjadi sejak dua pekan terakhir. Biasanya, kata dia, beras ukuran 5 kg dijual Rp58 ribu sekarang naik menjadi Rp74 ribu.

“Penyebanya kita kurang tau. Dari distributor memang harga naik. Mau tidak mau ya harus terima,” katanya.(***)

Kategori :