"Selain itu mereka juga kita berikan asuransi ketenagakerjaan kategori pekerja sektor informal yang pada Desember 2023 ini akan mulai diterapkan," bebernya.
Saat ini, lanjut Pj Bupati Apriyadi Pemkab Muba akan meminta pendampingan kepada TNP2K agar keberlanjutan pengentasan kemiskinan ekstrem di Muba benar-benar bisa membuat penerima manfaat ter-graduasi dari miskin ekstrem.
Ia mengungkapkan, pada tahun 2024 Pemkab Muba akan menganggarkan sebesar Rp71 Miliar untuk secara masif lagi dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.
"Kami minta TNP2K terus mendampingi kami untuk mengentaskan kemiskinan di Muba ini demi meningkatkan taraf hidup warga Kabupaten Muba," pungkasnya.*