PALPOS.ID - Pemekaran Wilayah Kaltim: Calon Kabupaten Kutai Utara Membuka Akses ke Wilayah Pedalaman.
Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menjadi sorotan dalam wacana pemekaran wilayah.
Kali ini, perhatian tertuju pada rencana pembentukan Calon Kabupaten Kutai Utara yang akan dimekarkan dari Kabupaten Kutai Timur.
Dengan ibukota direncanakan di Muara Wahau, Kutai Utara digadang-gadang menjadi daerah strategis baru yang akan membuka akses lebih luas ke wilayah pedalaman Kaltim.
BACA JUGA:Pemekaran Wilayah Kaltim: Kutai Pesisir, Calon Kabupaten Strategis di Pintu Gerbang IKN Nusantara
Rencana ini bukan sekadar keinginan tanpa dasar.
Kutai Utara mencakup delapan kecamatan, yakni Muara Wahau, Kongbeng, Telen, Muara Bengkal, Muara Ancalong, Long Mesangat, Batu Ampar, dan Busang.
Seluruh kecamatan ini dikenal sebagai penghasil sumber daya alam, terutama dari sektor kehutanan dan pertambangan.
Namun, selama ini pengelolaan dan pelayanan publik dinilai belum optimal akibat jauhnya jarak dari pusat pemerintahan Kabupaten Kutai Timur di Sangatta.
Pemekaran Kabupaten Kutai Utara dinilai menjadi jawaban atas tantangan geografis ini.
BACA JUGA:Pemekaran Wilayah Kalimantan Timur: Usulan Pembentukan 10 Kabupaten dan Kota Baru Kembali Menguat
Lantas, bagaimana peluang, tantangan, serta dampak pembentukan Calon Kabupaten Kutai Utara terhadap masyarakat dan pembangunan di kawasan pedalaman Kalimantan Timur?
Kebutuhan Mendesak: Pelayanan dan Aksesibilitas