BACA JUGA:Scoutro: Motor Listrik Senyap Karya Mahasiswa ITB untuk Bantu Polisi Hutan Lawan Perburuan Liar
Dalam beberapa sesi uji lapangan, Pandu 4x4 menunjukkan performa yang stabil meski menghadapi medan berat. Ban run-flat system juga memastikan kendaraan tetap bisa melaju meski terkena tembakan atau pecah.
Potensi Pasar dan Kemandirian Alutsista
Pandu 4x4 bukan sekadar kendaraan tempur, tetapi simbol kebangkitan industri pertahanan Indonesia.
Dengan adanya kendaraan ini, ketergantungan terhadap impor bisa dikurangi secara signifikan.
BACA JUGA:ITS Perkenalkan EVITS di KSTI 2025, Motor Listrik dengan TKDN 60% dan Jarak Tempuh 110 Km
BACA JUGA:Suzuki GT550 Neo Classic 2026: Reinkarnasi Legenda Dua-Tak dengan Sentuhan Teknologi Masa Depan !
Beberapa negara di Asia Tenggara bahkan mulai melirik Pandu 4x4 sebagai opsi pengadaan kendaraan taktis.
Hal ini membuka peluang ekspor yang besar, apalagi Indonesia memiliki rekam jejak cukup baik dalam memproduksi alutsista seperti panser Anoa buatan PT Pindad.
Dengan harga yang lebih kompetitif dibanding produk luar negeri, Pandu 4x4 berpotensi masuk ke pasar internasional, terutama negara berkembang yang membutuhkan kendaraan taktis modern namun dengan anggaran terbatas.
Peran Strategis Rantis Pandu 4x4
BACA JUGA:Kabin Lega, Desain Gagah, tapi Mesin Konservatif: Inilah Plus-Minus Mitsubishi Destinator !
BACA JUGA:Honda Gorilla 125: Motor Mini Tangguh yang Siap Jadi Ikon Baru, Harga Rp90 jutaan !
Kendaraan ini bisa digunakan dalam berbagai skenario:
-Operasi Militer: Sebagai kendaraan pengangkut pasukan dan logistik dengan perlindungan tinggi.
-Misi Perdamaian PBB: Cocok untuk kontingen Indonesia yang kerap terlibat di luar negeri.