Mie Goreng Terus Meroket : Dari Warung Pinggir Jalan hingga Pasar Global

Minggu 30-11-2025,09:46 WIB
Reporter : Dahlia
Editor : Rhyca

Tak hanya sektor kuliner tradisional, industri mie instan juga mencatat peningkatan produksi yang signifikan.

BACA JUGA:Oseng Mercon Semakin Diburu Pecinta Pedas di Berbagai Daerah

BACA JUGA:Dendeng Balado Semakin Mendunia, UMKM Sumatera Barat Berharap Produksi Terus Melonjak

Beberapa merek ternama telah meluncurkan varian mie goreng premium dengan bumbu yang lebih kompleks, termasuk tambahan minyak bawang, sambal terasi, hingga taburan bawang goreng yang lebih renyah.

Varian ini ditargetkan bagi konsumen urban yang mencari cita rasa autentik namun tetap praktis.

Pasar internasional pun memperlihatkan antusiasme yang sama. Data dari Kementerian Perdagangan menunjukkan ekspor produk mie goreng instan tumbuh 12 persen pada kuartal pertama tahun ini.

Negara tujuan utama seperti Australia, Belanda, Jepang, dan Amerika Serikat melaporkan permintaan yang meningkat.

Banyak restoran Asia di luar negeri kini memasukkan mie goreng Indonesia ke dalam menu utama mereka, bersaing dengan pad thai dari Thailand dan chow mein dari Tiongkok.

Hal ini menjadi bukti bahwa mie goreng telah menjadi bagian dari identitas kuliner Indonesia di mata dunia.

Namun, tingginya konsumsi mie goreng juga menuai perhatian dari para ahli kesehatan.

Beberapa ahli gizi mengingatkan bahwa meski mie goreng lezat dan mudah diolah, komposisi karbohidrat yang cukup tinggi serta penggunaan minyak berlebih dapat berdampak pada kesehatan jika dikonsumsi tanpa kontrol.

“Mie goreng tetap bisa menjadi bagian dari pola makan seimbang, selama konsumen memperhatikan porsi dan menambahkan sayuran serta protein yang cukup,” jelas Dr. Sari Amelia, ahli nutrisi dari Universitas Indonesia.

Meski demikian, kritik tersebut tidak menyurutkan kreativitas para pelaku usaha. Banyak restoran kini menawarkan opsi mie goreng rendah kalori atau menggunakan teknik memasak dengan lebih sedikit minyak.

Menu “mie goreng hijau” dengan campuran bayam, kale, atau matcha juga tengah naik daun di kalangan pencinta kuliner sehat. Upaya ini memperlihatkan dinamika industri yang adaptif terhadap kebutuhan pasar modern.

Melihat perkembangan ini, pemerintah menilai bahwa mie goreng memiliki potensi besar sebagai produk budaya sekaligus komoditas ekonomi.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bahkan berencana mengadakan festival kuliner nasional bertema “Mie Goreng Nusantara” untuk mempromosikan keberagaman kreasi mie goreng dari berbagai daerah.

Kategori :