Libur Nataru 2025–2026, Pertamina Drilling Tetap Operasikan 38 Rig Migas di Seluruh Indonesia

Kamis 25-12-2025,17:34 WIB
Reporter : Prabu
Editor : Dahlia

Oleh karena itu, seluruh jajaran manajemen hingga pekerja di lapangan diminta untuk tetap disiplin menjalankan prosedur keselamatan kerja, meskipun berada dalam suasana libur.

BACA JUGA:Memahami Fungsi dan Kegunaan First Aid sebagai Alat Keselamatan Darurat di Musim Bencana

BACA JUGA:Kala TIBIA Jadi Fondasi Budaya Inovasi PTBA Hadapi Dinamika Industri Batubara

Dalam rangka pengamanan operasional selama periode NATARU, manajemen Pertamina Drilling menerapkan sejumlah langkah strategis.

Salah satunya adalah memastikan proses serah terima tugas berjalan dengan jelas dan terdokumentasi dengan baik, sehingga setiap personel memahami peran dan tanggung jawabnya secara utuh.

Selain itu, Pertamina Drilling juga melakukan penjadwalan ulang kegiatan operasi dengan mempertimbangkan tingkat risiko.

Aktivitas non-rutin yang bersifat kritikal atau berisiko tinggi diupayakan untuk dihindari selama masa libur, kecuali benar-benar diperlukan dan telah melalui kajian risiko yang matang.

Perusahaan juga memastikan seluruh peralatan kerja, baik rig maupun pendukungnya, berada dalam kondisi layak operasi sesuai dengan prosedur keselamatan yang berlaku.

Inspeksi rutin terhadap peralatan dilakukan secara berkala untuk mencegah potensi gangguan teknis yang dapat menghambat kelancaran operasi.

Tak kalah penting, Pertamina Drilling menjamin kesiapan Emergency Response Organization (ERO) di seluruh level organisasi.

Mulai dari Site Emergency Response Team (SERT) di tingkat lokasi kerja, Incident Management Team (IMT) di tingkat regional, hingga Business Support Team (BST) di tingkat manajemen pusat, seluruhnya berada dalam kondisi siaga penuh.

Kesiapan ini mencakup ketersediaan peralatan tanggap darurat, personel siaga non-emergency, serta mekanisme komunikasi dan koordinasi yang berjalan efektif.

Pelaksanaan On Duty Management (ODM) juga menjadi perhatian utama, guna memastikan pengawasan terhadap aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) tetap optimal selama 24 jam.

“Pengawasan HSSE tidak boleh kendor, justru harus lebih ditingkatkan pada momen seperti ini. Seluruh jajaran manajemen juga tetap siaga untuk memastikan setiap potensi risiko dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” jelas Avep.

Selain fokus pada aspek teknis dan keselamatan, Pertamina Drilling juga memberikan perhatian serius terhadap aspek sosial dan keamanan di sekitar wilayah operasi.

Perusahaan berupaya menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat setempat, khususnya selama periode libur panjang yang biasanya diiringi dengan meningkatnya aktivitas sosial masyarakat.

Kategori :