Namun, perubahan taktik yang dilakukan pelatih Aston Villa, Unai Emery, menjadi titik balik pertandingan. Masuknya Ollie Watkins memberi energi baru di lini serang The Villans.
BACA JUGA:SEA Games 2027 Malaysia: Panjat Tebing hingga Perahu Naga Absen, Indonesia Rugi Besar.
BACA JUGA:Hasil ASEAN Boy’s Championship Futsal U-19: Garuda Muda menang tipis 1-0 Lawan Malaysia.
Tekanan Villa mulai terasa, dan hasilnya datang pada menit ke-63. Watkins memanfaatkan kemelut di kotak penalti Chelsea.
Sepakan pertamanya sempat ditepis Robert Sanchez, tetapi bola muntah kembali disambar Watkins untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Gol tersebut membuat permainan semakin terbuka. Chelsea mencoba kembali menguasai permainan, namun Aston Villa tampil lebih efektif. Serangan balik cepat dan bola mati menjadi senjata utama tim tamu.
Momen krusial terjadi pada menit ke-84. Youri Tielemans mengirimkan sepak pojok akurat ke kotak penalti, dan Ollie Watkins menyambutnya dengan sundulan keras dari jarak dekat.
Gol tersebut memastikan Aston Villa berbalik unggul 2-1 dan membungkam publik Stamford Bridge.
Chelsea berusaha keras menyamakan kedudukan di sisa waktu pertandingan. Tekanan bertubi-tubi dilancarkan, namun disiplin lini belakang Villa dan ketenangan Emiliano Martinez membuat skor tak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil ini membuat Chelsea tertahan di peringkat kelima klasemen sementara dengan 29 poin, sementara Aston Villa semakin kokoh di posisi tiga besar dengan koleksi 39 poin, menjaga asa mereka dalam persaingan papan atas Liga Inggris musim ini.