CR-V juga dibekali Honda SENSING, paket Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang sudah teruji, mencakup fitur pengereman otomatis, adaptive cruise control, lane keeping assist, dan sistem mitigasi tabrakan.
Meski tak semewah J7 dalam hal gimmick fitur, teknologi CR-V dikenal stabil dan konsisten.
3. Performa: Jaecoo J7 Lebih Buas, CR-V Lebih Halus
Dari sisi performa, Jaecoo J7 kembali tampil agresif.
Varian SHS dan J8 mengombinasikan mesin 1.5L turbo dengan motor listrik bertenaga besar.
Untuk J8, output gabungan bahkan diklaim mencapai 537 hp dan torsi 650 Nm, dengan akselerasi 0–100 km/jam sekitar 5,4 detik—angka yang mendekati SUV performa tinggi.
Honda CR-V memilih jalur berbeda.
Varian 1.5L turbo dan 2.0L hybrid lebih menekankan kenyamanan, efisiensi, dan kehalusan berkendara, bukan performa eksplosif.
Akselerasinya memang tidak secepat J7, namun karakter CR-V lebih cocok untuk penggunaan harian dan perjalanan jauh yang santai.
4. Desain Eksterior: Futuristik vs Familiar
Secara visual, Jaecoo J7 tampil mencolok dengan desain yang banyak disebut menyerupai Range Rover.
Gril besar, lampu LED memanjang, garis bodi tegas, serta gagang pintu flush membuatnya tampak mewah dan futuristik.
Desain ini jelas menyasar konsumen yang ingin tampil beda dan terlihat premium.
Honda CR-V, di sisi lain, mengusung desain yang lebih konservatif namun aman.
Siluetnya kokoh, proporsional, dan mudah diterima berbagai kalangan.
Meski tidak seberani J7, desain CR-V tetap modern dan mencerminkan karakter SUV keluarga yang solid.