Udang yang segar dibersihkan dari kulit dan kotoran, kemudian ditiriskan agar tidak membuat tumisan terlalu berair.
BACA JUGA:Ikan Bakar Jimbaran : Kuliner Legendaris Bali yang Menggoda Selera Wisatawan
BACA JUGA:Sensasi Pedas dan Gurih : Seafood Saus Padang Menggoyang Lidah Pecinta Kuliner
Bahan-bahan pelengkap seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan tomat dipersiapkan untuk memberikan aroma dan rasa yang menggugah selera.
Memasak tumis ini dimulai dengan menumis bawang merah dan bawang putih hingga harum, lalu menambahkan cabai sesuai selera pedas.
Udang kemudian dimasukkan dan dimasak sebentar hingga warnanya berubah menjadi merah muda, pertanda bahwa udang telah matang sempurna.
Selanjutnya, potongan labu siam ditambahkan, diaduk rata bersama bumbu, dan ditumis hingga teksturnya tetap renyah.
Beberapa orang menambahkan sedikit air atau kaldu untuk membantu labu siam matang merata, namun tetap menjaga rasa asli dari setiap bahan.
Salah satu kunci keberhasilan tumis labu siam campur udang adalah kesegaran bahan.
Labu siam yang terlalu tua dapat menghasilkan tekstur yang keras dan kurang enak, sementara udang yang sudah lama disimpan bisa mengurangi cita rasa serta aroma hidangan.
Untuk itu, memilih bahan yang segar menjadi langkah pertama untuk menghasilkan tumisan yang lezat.
Selain itu, bumbu juga memegang peranan penting. Kombinasi bawang putih, bawang merah, dan cabai memberikan aroma harum yang khas, sementara tambahan sedikit garam, gula, dan merica menyeimbangkan rasa.
Beberapa variasi menambahkan saus tiram atau kecap ikan untuk cita rasa gurih yang lebih kompleks.
Bahkan, bagi penggemar rasa pedas, cabai rawit segar dapat diiris tipis dan ditambahkan sebelum labu siam dimasak untuk menghasilkan sensasi pedas yang menggigit.
Hidangan tumis labu siam campur udang tidak hanya praktis dan cepat dibuat, tetapi juga fleksibel.
Menu ini bisa menjadi lauk utama saat makan siang atau malam, pendamping nasi hangat, atau bahkan bagian dari hidangan prasmanan saat acara keluarga.