BACA JUGA:Data Penerima Bansos 'Keluarga Maju' Muba Diperketat
PKH memiliki beberapa komponen bantuan, antara lain untuk ibu hamil, anak usia dini, siswa SD hingga SMA, lanjut usia, serta penyandang disabilitas berat.
Besaran bantuan yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) disesuaikan dengan jumlah dan kategori anggota keluarga.
BPNT 2026 Tetap Fokus Jaga Ketahanan Pangan
Selain PKH, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) juga diproyeksikan kembali disalurkan pada 2026.
Program ini umumnya diberikan secara berkala setiap dua bulan, dengan tujuan menjaga ketahanan pangan rumah tangga berpenghasilan rendah.
Dana BPNT tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan disalurkan melalui kartu atau akun elektronik yang dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pangan pokok seperti beras, telur, dan bahan pangan lainnya di e-warong atau mitra resmi pemerintah.
BPNT dinilai menjadi program strategis karena langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga pangan yang masih berpotensi terjadi.
PIP dan Bantuan Sektoral Masih Berlanjut
Di sektor pendidikan, Program Indonesia Pintar (PIP) juga diperkirakan tetap berjalan pada 2026.
Bantuan ini diberikan kepada siswa dari keluarga kurang mampu untuk mendukung keberlanjutan pendidikan.
Penyaluran PIP biasanya dilakukan dalam beberapa termin sepanjang tahun, menyesuaikan dengan kalender pendidikan serta kesiapan data penerima di masing-masing satuan pendidikan.
Selain itu, pemerintah juga membuka peluang kembali menyalurkan BLT Dana Desa atau bantuan bersifat situasional lainnya, tergantung pada kebijakan fiskal dan kondisi ekonomi nasional.