Keputusan tersebut memicu protes keras dari pemain dan staf pelatih Lazio.
BACA JUGA:Jadwal Lengkap Piala Super Spanyol 2026.
Puncak polemik terjadi pada menit ke-87. Wasit justru menghadiahkan penalti kepada Fiorentina setelah tinjauan VAR, keputusan yang dinilai banyak pihak “tidak masuk akal”.
Gudmundsson sukses mengeksekusi penalti tersebut dan membawa Fiorentina berbalik unggul 2-1, membuat Lazio berada di ambang kekalahan.
Saat laga tampak akan berakhir untuk kemenangan tim tamu, Lazio mendapatkan kesempatan emas di masa tambahan waktu. Kali ini, wasit menunjuk titik putih untuk tuan rumah.
Pedro, yang masuk sebagai pemain pengganti, tampil tenang dan sukses menaklukkan David De Gea pada menit ke-94. Skor 2-2 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Terlepas dari hasil akhir, Lazio harus mengakui keunggulan De Gea yang tampil luar biasa di bawah mistar Fiorentina.
Kiper asal Spanyol itu beberapa kali melakukan penyelamatan krusial yang menggagalkan peluang emas Biancocelesti.
Lazio juga menerima kerugian tambahan. Mattia Zaccagni mendapat kartu kuning akibat protes berlebihan dan dipastikan absen pada laga berikutnya melawan Verona karena akumulasi kartu.
Kondisi ini menambah pekerjaan rumah bagi pelatih Maurizio Sarri, yang juga perlu mengevaluasi performa lini tengah dan pertahanan Lazio yang terlihat rapuh.
Dalam susunan pemain, Sarri membuat sejumlah keputusan menarik. Guendouzi tetap dimainkan sejak awal meski transfernya ke Fenerbahce sudah disepakati.
Cancellieri dipercaya sebagai ujung tombak, sementara Pedro memulai laga dari bangku cadangan sebelum akhirnya menjadi penentu hasil.
Pertandingan berakhir imbang 2-2, namun rasa kecewa tetap menyelimuti Lazio. Kontroversi perwasitan kembali menjadi topik utama dan dinilai semakin memberatkan Biancocelesti sepanjang musim.
Lazio memang lolos dari lubang jarum kekalahan, tetapi polemik ini meninggalkan luka yang sulit diabaikan.