Meski secara platform berbasis Suzuki Baleno, Fronx tampil dengan karakter yang jauh lebih SUV-oriented dan modern.
Proporsi bodi yang compact, garis desain tegas, serta kombinasi warna dual tone pada tipe tertentu membuat Fronx terlihat segar dan relevan dengan selera konsumen Indonesia.
Ini menjadi faktor krusial, mengingat segmen SUV ringkas adalah pasar yang sangat sensitif terhadap tampilan visual.
Suzuki akhirnya berhasil keluar dari zona “aman” desain konservatif dan menghadirkan mobil yang disukai secara emosional, bukan sekadar logis di atas kertas.
Bukan Sekadar “Produk India”
Salah satu tantangan citra Suzuki di Indonesia adalah label sebagai “produk India”. Namun Suzuki Fronx membawa narasi berbeda.
Model ini merupakan produk global, yang telah dipasarkan di Jepang, Australia, sejumlah negara ASEAN, hingga Amerika Latin.
Fakta ini penting, karena secara psikologis konsumen Indonesia kini semakin memperhatikan positioning global sebuah model.
Fronx tidak lagi dipersepsikan sebagai produk regional semata, melainkan sebagai bagian dari strategi global Suzuki.
Varian Lengkap dan Mesin Efisien
Suzuki Fronx ditawarkan dalam tiga varian utama: GL, GX, dan SGX.
GL menggunakan mesin 1.500 cc K15B yang sudah dikenal tangguh dan minim perawatan.
GX dan SGX dibekali mesin 1.500 cc K15C Smart Hybrid yang lebih modern dan efisien.
Perbedaan visual paling mudah dikenali ada pada tipe SGX, yang tampil dengan pelek hitam serta atap dual tone, memberikan kesan lebih sporty dan premium.
Fitur Tipe SGX Lebih Lengkap dan Relevan
Di kelasnya, Fronx SGX bisa dibilang salah satu yang paling lengkap.