Ada Kekurangan, Tapi Bukan Deal Breaker
Tak ada mobil yang sempurna.
Pada Suzuki Fronx, salah satu catatan adalah visibilitas dari sudut pandang pengemudi yang terasa kurang luas.
Kaca depan dan samping yang relatif tidak terlalu besar membuat pandangan ke luar sedikit terbatas, terutama bagi pengemudi yang terbiasa dengan MPV atau SUV konvensional.
Namun, kehadiran kamera 360 derajat sedikit banyak membantu mengompensasi kekurangan tersebut.
Harga Bukan Termurah, Tapi Terasa Pantas
Secara harga, Suzuki Fronx memang bukan yang paling murah di kelasnya. Toyota Raize, Daihatsu Rocky, Hyundai Alvez, hingga Chery Tiggo Cross menawarkan banderol yang lebih terjangkau.
Namun rentang harga Rp 259 juta hingga Rp 321,9 juta justru dinilai banyak konsumen sebagai titik seimbang antara fitur, teknologi, desain, dan citra global. Angka tersebut terasa “masuk akal” untuk paket yang ditawarkan.
Suzuki Fronx, Awal Era Baru?
Melihat respons pasar, Suzuki Fronx bukan sekadar produk sukses sesaat. Ia berpotensi menjadi turning point bagi Suzuki di Indonesia—mobil yang tidak hanya laku, tetapi juga mengubah persepsi publik terhadap merek.
Jika konsistensi suplai, layanan purna jual, dan pembaruan produk tetap dijaga, bukan tidak mungkin Suzuki Fronx akan menjadi mobil yang akhirnya menghapus kutukan Suzuki sebagai pengikut, dan mengukuhkan posisi mereka sebagai penantang serius di segmen SUV ringkas.