BATURAJA, PALPOS.CO - Lagi-lagi Kepala Sekolah SMP Negeri 19 OKU berulah, setelah sebelumnya Kepsek tersebut tersandung masalah meminta sejumlah uang kepada guru PPPK paruh waktu, serta issu sara yang membuat puluhan warga Ranau mendatangi Dinas Pendidikan, kali ini Kepala Sekolah yang bernama Dora kembali diterpa masalah pungli terhadap dana Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan dalih pembelian perlengkapan sekolah untuk siswa kelas VII serta pemotongan PIP siswa Rp25 ribu per orang.
Orang tua siswa yang ingin anaknya bersekolah di SMP 19 OKU tersebut harus mengeluarkan uang Rp 700 ribu dengan alasan pembelian baju olahraga Rp 180 ribu, seragam batik Rp 150 ribu, rompi Rp 100 ribu, sampul raport Rp 100 ribu serta atribut dan foto raport Rp 170 ribu.
Bahkan ada dokumen yang menunjukan bahwa uang PPDB seluruhnya di transfer ke rekening Kepsek Dora.
Didalam dokumen foto tersebut menjelaskan uang PPDB terkumpul selama 3 hari selama tanggal 23 hingga 25 Juni 2025 sebesar Rp 33,900,000. Kemudian atas perintah Dora uang tersebut di teranfer ke rekening pribadinya pada kurun waktu 25 hingga 26 Juni 2025.
BACA JUGA:Gelapkan Mobil, Pasutri di OKU Diciduk Polisi
BACA JUGA:Gelar Rapat Terbatas, Bupati Minta Fungsi Pasar Dikembalikan
Seharusnya tidak ada lagi alasan kepsek tersebut jika seluruh peralatan masih dipesan, namun kenyataannya ada beberapa item yang hingga siswa bagi raport perlengkapan tersebut belom diberikan.
Belum lagi issu yang beredar luas jika Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang diterima oleh belasan siswa Rp 750 ribu, dipotong sebesar Rp 25 ribu oleh sekolah.
Nah, puncaknya orang tua siswa yang sudah kesal karena uang PPDB yang sudah diberikan belum ada realisasi hingga anak mereka bagi raport.
Ada 2 item yang hingga anak selesai bagi raport tapi belum diberikan, yakni rompi sekolah dan sampul raport serta atribut yang katanya topi serta dasi sekolah mendatangi sekolahan Senin (12/1).
BACA JUGA:Kuliah Umum PHE Ogan Komering Kenalkan Industri Migas Ke Mahasiswa UNBARA
BACA JUGA:Aniaya Lansia, Pemuda di OKU Diciduk Polisi
Didalam ruang Tata Usaha, seolah dirinya tahu bakal di datangi wali siswa, Kepala Sekolah akhirnya membagikan sampul raport dan rompi, namun hanya sebagian saja, masih ada siswa yang belum dibagikan.
Didalam ruang TU tersebut, ada beberapa orang tua yang menanyakan terkait hal tersebut dengan nada tinggi karena tidak bisa lagi menahan emosi.
“Kami kesini menanyakan terkait penerimaan sebesar Rp 700 ribu yang hingga saat ini belum diterima anak kami.