BATURAJA, PALPOS.CO - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) memperpanjang status siaga darurat banjir dan tanah longsor sebagai upaya penanggulangan sedini mungkin terhadap potensi bencana alam di wilayah setempat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU, Januar Efendi, Rabu (21/1) mengatakan bahwa status siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor diperpanjang pasca-banjir kedua melanda Kabupaten OKU pada Selasa (13/1).
Meskipun tidak ada korban jiwa, namun bencana alam akibat luapan Sungai Wal itu merendam ratusan rumah penduduk di Desa Gunung Meraksa, Kecamatan Lubuk Batang dengan kedalaman mencapai 1 meter.
"Oleh sebab itu status siaga darurat diperpanjang selama 14 hari kedepan," tegasnya.
BACA JUGA:Dinkes OKU Tangani 14 Kasus DBD
BACA JUGA:Dua Pekan Buron, Pelaku Pembunuhan di OKU Akhirnya Diringkus
Dia mengatakan, saat ini pihaknya meningkatkan kapasitas personel penanggulangan bencana agar banjir dan tanah longsor dapat ditanggulangi sedini mungkin guna mengantisipasi korban jiwa.
Sebanyak 647 personel yang tergabung dalam satgas penanggulangan bencana disiagakan guna menindaklanjuti cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan dampak banjir dan tanah longsor.
Selain personel, pihaknya juga menyiapkan peralatan penanggulangan bencana antara lain empat unit perahu karet, tiga unit perahu fiber, lima unit mesin perahu, satu unit boat, dan tiga unit mobil rescue.
Kemudian, sebanyak 19 unit motor trail, 10 unit mesin sedot apung, enam unit tenda pengungsian, pelampung dan 71 unit tenda keluarga.
BACA JUGA:Intensitas Curah Hujan Tinggi, BPBD OKU Imbau Warga Waspada
BACA JUGA:Bupati OKU Hadiri Rakernas APKASI di Batam
"Peralatan ini dapat diperkuat dan ditambah jumlahnya sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan jika terjadi bencana alam di Kabupaten OKU," ujarnya. (len)