OGANILIR, PALPOS.CO - Jembatan besi yang menghubungkan Desa Lubuk Rukam dengan Desa Muara Kumbang, Kabupaten Ogan Ilir, dilaporkan ambruk pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Akibat peristiwa tersebut, jembatan tidak dapat dilintasi sama sekali dan mengganggu aktivitas serta mobilitas warga di kedua desa.
Berdasarkan keterangan warga di sekitar lokasi kejadian, ambruknya jembatan diduga dipicu oleh derasnya arus sungai yang menghantam konstruksi jembatan.
Kondisi tersebut diperparah dengan adanya tumpukan gumpalan rumput dan tanaman air jenis enceng gondok yang tersangkut di bagian bawah jembatan.
BACA JUGA:Pemkab Ogan Ilir Resmikan Dapur Makan Bergizi Gratis di Desa Tanjung Baru Petai
Salah seorang warga menuturkan, kejadian berlangsung cukup cepat dan terjadi saat debit air sungai sedang tinggi.
“Kejadiannya sekitar pukul dua siang. Arus air sedang deras, dan di bawah jembatan banyak rumput-rumput seperti enceng gondok. Tidak lama kemudian jembatan ambruk,” ujar Medi Lbr melalui media sosial Facebook.
Ambruknya jembatan tersebut membuat akses utama antar Desa Lubuk Rukam dan Desa Muara Kumbang terputus total.
Hingga saat ini, warga tidak dapat melintasi jembatan, baik menggunakan kendaraan roda dua, kendaraan roda empat, maupun dengan berjalan kaki.
BACA JUGA:Pencurian Motor di Kos Mahasiswa Indralaya Utara Terekam CCTV, Polisi Masih Buru Pelaku
BACA JUGA:Bupati Ogan Ilir Hadiri Welcome Dinner dan Pembukaan Rakernas XVII APKASI 2026 di Batam
Jembatan Lubuk Rukam–Muara Kumbang diketahui merupakan akses vital bagi masyarakat setempat.
Selain menjadi penghubung dua desa, jalur ini juga digunakan warga untuk menuju Kecamatan Rantau Alai, termasuk untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, serta pelayanan sosial dan kesehatan.
Terputusnya akses ini dikhawatirkan akan berdampak luas terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama distribusi hasil pertanian, aktivitas sekolah, serta mobilitas warga yang bergantung pada jalur tersebut sebagai satu-satunya akses utama.