Ke depan, siomay udang diprediksi akan terus berkembang dengan berbagai varian baru, seperti siomay udang keju, siomay udang pedas, hingga siomay udang berbahan organik.
Kreativitas pelaku kuliner menjadi kunci agar makanan tradisional ini tetap diminati di tengah gempuran makanan cepat saji dan tren kuliner luar negeri.
Dengan cita rasa yang akrab di lidah, fleksibilitas dalam penyajian, serta nilai budaya yang kuat, siomay udang bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari identitas kuliner Indonesia yang terus hidup dan berkembang.
Dari gerobak sederhana hingga meja restoran, siomay udang membuktikan bahwa kuliner tradisional mampu bertahan dan bersinar di era modern.