Jika dahulu serabi hanya tersedia dalam varian polos atau oncom, kini muncul berbagai inovasi topping seperti cokelat, keju, pisang, durian, hingga matcha.
BACA JUGA:Perkedel Kentang, Lauk Sederhana yang Tetap Bertahan di Tengah Tren Kuliner Modern
BACA JUGA:Bolu Singkong Karamel Kukus, Sajian Spesial yang Ubah Citra Singkong Jadi Lebih Istimewa
Inovasi ini membuat serabi semakin diminati kalangan muda tanpa meninggalkan akar tradisionalnya. Meski begitu, serabi klasik tetap memiliki tempat tersendiri di hati para penikmat kuliner.
Salah satu pedagang serabi di kawasan Lembang, Jawa Barat, mengatakan bahwa minat masyarakat terhadap serabi tidak pernah benar-benar surut.
“Setiap akhir pekan selalu ramai, apalagi wisatawan. Banyak yang sengaja datang untuk mencicipi serabi tradisional,” ujarnya.
Menurutnya, rasa nostalgia menjadi faktor utama mengapa serabi tetap dicari di tengah maraknya makanan kekinian.
Selain menjadi jajanan, serabi juga berperan dalam aspek sosial dan budaya. Di beberapa daerah, serabi kerap disajikan dalam acara keluarga, selamatan, atau perayaan adat.
Kehadiran serabi dalam momen-momen tersebut menjadikannya lebih dari sekadar makanan, melainkan simbol kebersamaan dan tradisi yang diwariskan turun-temurun.
Dari sisi ekonomi, serabi turut berkontribusi terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Banyak pelaku UMKM menjadikan serabi sebagai produk andalan karena bahan bakunya mudah diperoleh dan modalnya relatif terjangkau.
Pemerintah daerah pun mulai melirik potensi ini dengan mengadakan festival kuliner tradisional serta pelatihan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas dan pemasaran produk serabi.
Namun, tantangan tetap ada. Perubahan gaya hidup, persaingan dengan makanan cepat saji, serta regenerasi pelaku usaha menjadi persoalan yang harus dihadapi.
Generasi muda dinilai perlu lebih dilibatkan agar keberlangsungan kuliner tradisional seperti serabi tidak terhenti.
Edukasi mengenai nilai budaya dan peluang ekonomi dari kuliner lokal menjadi langkah penting dalam menjaga eksistensinya.
Pengamat kuliner menilai serabi memiliki peluang besar untuk terus berkembang jika dikemas dengan tepat.