Tahu Aci, Cita Rasa Tradisional yang Kian Digemari Berbagai Kalangan

Kamis 29-01-2026,10:53 WIB
Reporter : Dahlia
Editor : Rhyca

PALPOS.CO - Tahu aci, salah satu kuliner tradisional khas Jawa Tengah, khususnya dari daerah Tegal, semakin menunjukkan eksistensinya di tengah gempuran makanan modern.

Jajanan sederhana berbahan dasar tahu dan tepung tapioka ini kini tak hanya dikenal sebagai camilan rakyat, tetapi juga mulai naik kelas dan menembus pasar kuliner nasional.

Tahu aci dikenal dengan teksturnya yang unik: bagian luar berupa tahu goreng yang renyah, sementara bagian dalamnya diisi adonan aci yang kenyal dan gurih. Perpaduan ini menciptakan sensasi rasa khas yang sulit dilupakan.

Biasanya, tahu aci disajikan dengan cabai rawit segar atau saus sambal, menjadikannya favorit berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

BACA JUGA:Ubi Cilembu, Si Manis dari Sumedang yang Terus Menjaga Pamor di Pasar Nasional

BACA JUGA:Tahu Isi Ayam Suwir, Camilan Tradisional yang Tetap Bertahan di Tengah Tren Kuliner Modern

Menurut sejarah lisan yang berkembang di masyarakat, tahu aci mulai populer di Tegal sejak puluhan tahun lalu.

Masyarakat setempat memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang mudah didapat, seperti tahu putih dan tepung tapioka, untuk menciptakan camilan murah meriah namun mengenyangkan.

Seiring waktu, tahu aci menjadi identitas kuliner daerah dan sering dijadikan oleh-oleh khas Tegal.

Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas tahu aci mengalami peningkatan signifikan. Hal ini tak lepas dari peran media sosial dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang aktif mempromosikan produk mereka secara daring.

BACA JUGA:Begini Cara Buat Kroket Kentang Daging Gurih dan Lembut

BACA JUGA:Pizza Enak Tak Harus Mahal, Ini Cara Bikin Sendiri di Rumah: Ekonomis, Higienis dan Halal

Banyak pedagang tahu aci kini berinovasi dengan menambahkan varian rasa, seperti tahu aci pedas, keju, hingga isi daging ayam dan sosis, guna menarik minat generasi muda.

Salah satu pelaku UMKM tahu aci di Tegal, Suyanto (45), mengaku permintaan tahu aci terus meningkat, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.

“Dulu kami hanya jual di pasar tradisional. Sekarang, lewat media sosial, pesanan bisa datang dari luar kota bahkan luar provinsi,” ujarnya. Dalam sehari, usahanya mampu memproduksi hingga ribuan potong tahu aci.

Kategori :