Puluhan Dokter di OKUT Tuntut Realisasi Insentif dan Evaluasi Kadinkes

Jumat 30-01-2026,11:34 WIB
Reporter : Ardi
Editor : Dahlia

‎‎MARTAPURA, PALPOS.CO - Puluhan dokter yang bertugas di Kabupaten OKU Timur mendatangi Kantor Bupati OKU Timur pada Kamis, 29 Januari 2026. 

‎Kedatangan para dokter mulai dari dokter umum hingga dokter gigi ini untuk mempertanyakan realisasi insentif dokter agar direalisasikan.

‎Diketahui insentif dokter ini sudah dianggarkan untuk tahun 2026 sesuai dengan pengajuan awal yang disetujui DPRD yaitu sebagai insentif dokter/dokter gigi semata bukan untuk dibagi ke tenaga kesehatan (Nakes) lain, karena nakes lain sudah dianggarkan TPP.

‎Setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya para dokter ini bertemu dengan Bupati OKU Timur Ir H Lanosin ST MT. 

BACA JUGA:DPO Penipuan Belum Tertangkap, Kuasa Hukum Korban Desak Polda Sumsel ‎

BACA JUGA:‎Banjir Landa OKUT, Warga Desak Keseriusan Pemkab Perbaiki Infrastruktur Sungai

‎Dokter Dewa, dr. Fero dan dr. Kadavi selaku perwakilan yang menemui Bupati mengatakan, ada sembilan poin utama yang mereka sampaikan ke Bupati. 

‎Diantaranya nilai insentif per Dokter/ Dokter Gigi untuk 2026 tidak boleh berubah atau dikurangi yaitu sebesar Rp 4.500.000/dokter per bulan.

‎"Kami juga meminta keterbukaan pengelolaan biaya kapitasi dari BPJS terhadap jasa medis Nakes serta kejelasan status jasa dokter/dokter gigi di Puskesmas bagi yang belum ASN karena SIP mereka dihitung dalam menaikkan kapitasi BPJS Puskesmas," ujarnya.

‎Selain itu, para dokter ini juga meminta agar obat-obatan di Puskesmas dilengkapi demi pelayanan pengobatan bisa maksimal ke masyarakat. 

BACA JUGA:Narkoba Jadi Perhatian Serius Polres OKU Timur ‎

BACA JUGA:‎Curi Beras 100 Kilogram, Purnomo Diciduk Polisi

‎Kemudian para dokter ini juga meminta kejelasan TPP dokter jika memang insentif dokter mau dihapuskan, maka penggantinya adalah TPP yang sesuai dibandingkan dengan kabupaten lain dengan APBD yang sama.

‎"Kepada pak Bupati kami minta agar di evaluasi Kadinkes yang kebijakan-kebijakannya merendahkan profesi dokter dan tidak mensejahterakan Nakes di bawah naungan Dinas Kesehatan OKU Timur," tegasnya. 

‎Para dokter ini juga mengancam akan cabut SIP dari HFIS dan baru akan memulihkan setelah tuntutan mereka dari poin 1 sampai poin 8 dipenuhi. 

Kategori :