Onde-Onde, Jajanan Tradisional yang Bertahan di Tengah Gempuran Kuliner Modern

Minggu 01-02-2026,09:51 WIB
Reporter : Dahlia
Editor : Rhyca

Ia meneruskan usaha keluarga yang sudah ada sejak zaman orang tuanya. “Dulu onde-onde hanya dibuat saat ada hajatan atau acara tertentu.

BACA JUGA:Kue Surabaya, Warisan Rasa Klasik yang Tetap Bertahan di Tengah Tren Kuliner Modern

BACA JUGA:Kue Lapis Legit, Warisan Rasa Nusantara yang Bertahan di Tengah Zaman

Sekarang hampir setiap hari ada permintaan, apalagi menjelang hari besar,” ujarnya saat ditemui di rumah produksinya.

Menurut Siti, tantangan terbesar saat ini adalah persaingan dengan jajanan modern serta naiknya harga bahan baku.

Meski demikian, ia tetap berupaya mempertahankan kualitas dan cita rasa tradisional agar pelanggannya tidak beralih.

“Kami tidak pakai bahan pengawet. Onde-onde harus habis di hari yang sama supaya rasanya tetap enak,” katanya.

Keberadaan onde-onde juga memiliki nilai filosofis. Bentuknya yang bulat melambangkan keutuhan dan harapan akan kehidupan yang seimbang.

Tak heran jika jajanan ini sering hadir dalam berbagai acara adat, syukuran, hingga perayaan keluarga.

Dalam beberapa tradisi Jawa, onde-onde menjadi simbol doa agar rezeki terus berputar dan kehidupan berjalan lancar.

Di era digital, onde-onde pun mulai beradaptasi. Banyak pelaku UMKM memanfaatkan media sosial dan platform penjualan daring untuk memasarkan produknya.

Kemasan onde-onde kini dibuat lebih menarik dan higienis tanpa menghilangkan kesan tradisional.

Inovasi ini terbukti mampu menarik minat generasi muda yang sebelumnya lebih akrab dengan makanan kekinian.

Pakar kuliner dari sebuah universitas negeri di Surabaya, Dr. Raden Wiratma, menilai bahwa keberlangsungan jajanan tradisional seperti onde-onde sangat bergantung pada inovasi dan edukasi.

“Onde-onde bukan hanya soal rasa, tapi juga cerita di baliknya. Jika nilai sejarah dan budayanya terus disampaikan, generasi muda akan merasa memiliki,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam bentuk pelatihan, permodalan, dan promosi.

Kategori :