Onde-Onde, Jajanan Tradisional yang Bertahan di Tengah Gempuran Kuliner Modern

Minggu 01-02-2026,09:51 WIB
Reporter : Dahlia
Editor : Rhyca

PALPOS.CO - Di tengah maraknya kuliner modern dan makanan viral yang silih berganti menghiasi media sosial, onde-onde tetap bertahan sebagai salah satu jajanan tradisional yang dicintai masyarakat Indonesia.

Kue berbentuk bulat dengan taburan wijen di permukaannya ini bukan hanya sekadar camilan, tetapi juga bagian dari warisan kuliner Nusantara yang sarat makna sejarah dan budaya.

Onde-onde dikenal luas di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Jawa. Kue ini terbuat dari adonan tepung ketan yang digoreng hingga berwarna keemasan, dengan isian kacang hijau manis di bagian dalamnya.

Saat digigit, tekstur luarnya renyah sementara bagian dalamnya lembut dan legit.

BACA JUGA:Roti Sobek Buat Sendiri, Lebih Hemat dan Higienis

BACA JUGA:Cara Buat Roti Manis Lembut Homemade

Perpaduan rasa inilah yang membuat onde-onde digemari oleh berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang tua.

Menurut sejumlah sejarawan kuliner, onde-onde memiliki pengaruh budaya Tionghoa yang telah berakulturasi dengan tradisi lokal sejak ratusan tahun lalu.

Seiring waktu, onde-onde mengalami penyesuaian bahan dan rasa sesuai dengan selera masyarakat Indonesia.

Kini, onde-onde tidak hanya berisi kacang hijau, tetapi juga hadir dengan berbagai variasi isian seperti cokelat, keju, wijen hitam, hingga gula merah.

BACA JUGA:Puding Jasuke Creamy, Manis Gurih yang Pas Dinikmati Kapan Saja

BACA JUGA:Kue Salju, Sajian Klasik Lebaran yang Tetap Bertahan di Tengah Tren Kuliner Modern

Di Kota Mojokerto, Jawa Timur, onde-onde bahkan menjadi ikon daerah. Pemerintah setempat secara resmi menetapkan kota tersebut sebagai “Kota Onde-Onde” karena banyaknya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menggantungkan hidup dari produksi jajanan tradisional ini.

Onde-onde Mojokerto dikenal memiliki ukuran yang lebih besar dan cita rasa khas, sehingga menjadi oleh-oleh wajib bagi wisatawan yang berkunjung.

Salah satu pengrajin onde-onde, Siti Aminah (45), mengaku telah menjalankan usaha ini selama lebih dari 20 tahun.

Kategori :