a mengaku penjualan menu cumi crispy telur asin di tempat usahanya meningkat signifikan sejak diperkenalkan tahun lalu.
BACA JUGA:Camilan Sehat Bikin Nagih: Sawi Gulung Ayam Lezat dan Bergizi untuk Keluarga, Begini Cara Buatnya!
BACA JUGA:Tumis Genjer Pedas, Kuliner Tradisional yang Kembali Naik Daun di Tengah Tren Makanan Nusantara
Selain rasanya yang lezat, menu ini juga dinilai fleksibel. Cumi crispy telur asin dapat disajikan sebagai menu utama dengan nasi putih hangat, maupun sebagai camilan berbagi.
Beberapa tempat bahkan menyajikannya dalam porsi kecil sebagai menu snack atau sharing platter yang cocok disantap bersama teman.
Dari sisi bahan baku, cumi-cumi dipilih karena teksturnya yang kenyal dan rasanya yang netral, sehingga mudah menyerap bumbu. Proses pengolahan yang tepat menjadi kunci utama kelezatan hidangan ini.
Cumi harus dibersihkan dengan baik dan digoreng dalam minyak panas agar hasilnya renyah di luar namun tetap lembut di dalam.
Sementara itu, saus telur asin membutuhkan ketelitian tersendiri. Kuning telur asin harus dimasak hingga matang dan dihaluskan agar tidak berbau amis.
Penggunaan mentega berkualitas dan bawang putih segar juga berperan penting dalam menghasilkan aroma dan rasa yang seimbang.
Beberapa chef menambahkan cabai atau daun kari untuk memberikan sentuhan pedas dan aroma khas.
Tak hanya restoran besar, pelaku UMKM juga turut meramaikan tren cumi crispy telur asin.
Banyak usaha rumahan dan food stall yang menjadikan menu ini sebagai andalan karena bahan-bahannya relatif mudah didapat dan proses memasaknya tidak terlalu rumit.
Dengan harga yang terjangkau, menu ini mampu menarik minat konsumen dari berbagai lapisan.
Dari sisi gizi, cumi-cumi dikenal sebagai sumber protein hewani yang baik. Kandungan protein dalam cumi membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian, meskipun konsumen tetap disarankan untuk mengonsumsinya secara bijak karena proses penggorengan dan saus telur asin mengandung lemak cukup tinggi.
Pengamat kuliner menilai popularitas cumi crispy telur asin masih akan bertahan dalam waktu cukup lama.
Hal ini karena masyarakat Indonesia memiliki kecenderungan menyukai makanan gurih dan bertekstur renyah.