Muba Catat Penurunan Signifikan dan Dukung Sensus Ekonomi 2026

Kamis 05-02-2026,19:00 WIB
Reporter : Romi
Editor : Dahlia

Dalam kesempatan tersebut, BPS Sumsel juga mengajak seluruh pemerintah daerah untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026, sebagai dasar penting dalam perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan.

BACA JUGA:Setubuhi Anak dibawah Umur Pria 20 Tahun diamankan, Ini Kronologisnya..

BACA JUGA:Serahkan SPPT PBB ke BUMN dan Perusahaan Besar, Ketetapan Pajak Capai Lebih dari Rp11 Miliar

Gubernur Sumsel H Herman Deru menyampaikan bahwa capaian ekonomi dan sosial yang disampaikan BPS menjadi gambaran kerja bersama seluruh kabupaten dan kota.

Ia menyebutkan bahwa pergerakan pembangunan di daerah memiliki pengaruh langsung terhadap kinerja provinsi dan nasional.

Menurutnya, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran terjadi seiring dengan meningkatnya pendapatan masyarakat dan upaya pengendalian biaya hhidup

“Data yang disampaikan menunjukkan bahwa Sumatera Selatan memiliki peran besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan berbagai program pembangunan tidak terlepas dari ketersediaan data yang akurat.

Terkait Sensus Ekonomi 2026, Gubernur mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi petugas sensus hingga ke tingkat RT dan RW, guna memperoleh gambaran ekonomi yang utuh dan aktual.

Di sela kegiatan, Bupati Muba H M Toha Tohet SH menyampaikan bahwa Kabupaten Musi Banyuasin pada tahun 2025 berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 12,88 persen menjadi 9,97 persen.

Capaian tersebut menempatkan Muba pada posisi satu digit dan menjadi titik balik setelah lebih dari dua dekade berada dalam kategori kemiskinan tinggi.

Lanjutnya, hasil tersebut merupakan buah dari konsistensi kebijakan dan program intervensi yang dijalankan secara berkelanjutan oleh Pemkab Muba. 

"Program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan telah diarahkan pada peningkatan kesejahteraan penduduk miskin dan kelompok rentan di sekitar garis kemiskinan, serta disesuaikan dengan pendekatan multiple interventions sebagaimana direkomendasikan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), " ucap Bupati Toha. 

Sejumlah program yang dijalankan antara lain menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok melalui TPID, operasi pasar, dan program Desa Cantik; pengurangan beban pengeluaran melalui Bantuan Tunai Bantu Umak, Bakul Nasi, dan Jamkesda; serta peningkatan pendapatan masyarakat melalui program Pedas Nia, KUBE/UEP, Program Keluarga Maju, dan Jaminan Ketenagakerjaan Pakai Kelambu.

Selain itu, upaya pengurangan kantong kemiskinan dilakukan melalui peningkatan akses layanan dasar, pembangunan infrastruktur, perbaikan kualitas perumahan, serta peralihan layanan listrik dari MEP ke PLN.

Sebelumnya Bupati Muba juga melakukan penandatanganan komitmen bersama untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.

Kategori :