Inovasi Velocity String Dongkrak Produksi Migas di Sumur BNG-68 Adera Field Pertamina EP Zona 4

Sabtu 07-02-2026,16:12 WIB
Reporter : Prabu
Editor : Dahlia

Sementara itu, dari lapisan N2 dihasilkan produksi minyak sebesar 123 BOPD dan gas mencapai 3,31 MMSCFD.

BACA JUGA:Ratusan Rumah di Prabumulih Terendam Banjir, DPRD Imbau Warga Waspada dan Pemerintah Bertindak Cepat

BACA JUGA:Payuputat Prabumulih Terendam Banjir, Dua SD Negeri Hentikan Tatap Muka dan Beralih ke Daring

Dijelaskan Adam Syukron, keberhasilan ini menunjukkan efektivitas teknologi velocity string dalam meningkatkan produksi migas secara selektif dan berkelanjutan.

Menurutnya, teknologi tersebut memungkinkan beberapa lapisan produksi untuk diproduksikan secara simultan namun tetap berjalan secara mandiri tanpa saling mengganggu.

“Velocity string memungkinkan peningkatan produksi migas secara selektif dengan memproduksikan beberapa lapisan secara bersamaan dan independen.

Dengan demikian, sumur dapat kembali berproduksi secara optimal, lebih efisien, serta dengan biaya operasional yang relatif rendah,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa penerapan teknologi dual completion dengan velocity string menjadi sangat penting, terutama untuk sumur-sumur yang memiliki lapisan produksi dengan perbedaan tekanan yang cukup signifikan.

Tanpa teknologi yang tepat, kondisi tersebut justru dapat menimbulkan permasalahan serius yang berisiko menurunkan kinerja sumur dalam jangka panjang.

“Tanpa penerapan teknologi velocity string, produksi dari dua lapisan yang memiliki perbedaan tekanan dapat menimbulkan cross flow.

Kondisi ini menyebabkan lapisan dengan tekanan lebih rendah kehilangan kemampuan produksinya dan meningkatkan risiko terjadinya thief zone di antara kedua lapisan produksi,” bebernya.

Cross flow merupakan kondisi aliran fluida yang tidak terkendali dari lapisan bertekanan tinggi menuju lapisan bertekanan lebih rendah.

Jika dibiarkan, kondisi ini dapat merusak keseimbangan reservoir dan berpotensi menurunkan cadangan yang dapat diproduksikan di masa mendatang.

Sementara itu, thief zone adalah zona yang secara tidak langsung “mencuri” aliran fluida, sehingga lapisan produktif lainnya menjadi tidak optimal.

Dengan penggunaan teknologi velocity string, masing-masing lapisan produksi dapat dikontrol secara independen.

Aliran fluida menjadi lebih stabil dan terarah, sehingga integritas reservoir tetap terjaga dan potensi produksi migas dapat dimaksimalkan secara berkelanjutan.

Kategori :