Di ranah kuliner, scampi terus bertransformasi mengikuti tren pasar. Selain disajikan dalam menu klasik Eropa, kini banyak chef yang mengombinasikannya dengan cita rasa lokal.
Di Indonesia, misalnya, scampi diolah dengan bumbu sambal matah, saus padang, hingga balado, menciptakan perpaduan rasa yang unik antara Barat dan Nusantara.
Produk olahan beku juga mulai banyak dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen rumah tangga.
Scampi kupas beku atau scampi siap masak menjadi alternatif praktis bagi mereka yang ingin menikmati hidangan premium tanpa harus ke restoran.
Platform digital dan media sosial turut berperan dalam mempopulerkan scampi. Foto dan video hidangan scampi yang menggugah selera sering kali menjadi konten viral, mendorong minat masyarakat untuk mencoba menu tersebut.
Melihat tren yang ada, prospek udang scampi dinilai masih cerah. Permintaan global terhadap makanan laut premium diperkirakan terus meningkat, terutama di tengah pertumbuhan kelas menengah dan industri pariwisata.
Namun, keseimbangan antara eksploitasi dan konservasi menjadi kunci agar komoditas ini tetap lestari.
Pengembangan teknologi budidaya, peningkatan kualitas rantai dingin, serta promosi pasar yang tepat diyakini dapat memperkuat posisi scampi sebagai komoditas unggulan.
Dengan pengelolaan yang baik, udang scampi tidak hanya menjadi primadona di meja makan, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap perekonomian sektor perikanan.
Sebagai komoditas bernilai tinggi dengan cita rasa istimewa, udang scampi kini berdiri di persimpangan antara peluang dan tantangan.
Masa depannya akan sangat ditentukan oleh bagaimana industri, pemerintah, dan konsumen bersama-sama menjaga keberlanjutan sumber daya laut demi generasi mendatang.