Pemerintah daerah, kata Adi, terus mengupayakan penyelesaiannya secara bertahap dan berharap dukungan penuh dari para penyedia layanan.
BACA JUGA:Lapas Kayuagung Dukung Ketahanan Pangan Melalui Optimalisasi AAE
BACA JUGA:Polemik Galian Sebabkan Pemenuhan Jaringan Kabel Fiber Optik di Air Sugihan Tersendat
“Pemerintah daerah berkomitmen memfasilitasi kemudahan perizinan, dukungan lahan dari pemerintah desa serta sinkronisasi data wilayah prioritas bagi operator yang akan membangun infrastruktur telekomunikasi. Dukungan masyarakat juga menjadi faktor kunci,” ujar Adi.
Ia menegaskan, percepatan digitalisasi memerlukan kolaborasi berbagai pihak.
“Digitalisasi tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, operator, dan masyarakat. Tanpa koordinasi yang baik, percepatan konektivitas hanya akan menjadi jargon,” katanya.
Manager Telkom Infrastruktur Area Sumbagsel, Nasution, menjelaskan pembangunan jaringan serat optik sepanjang 73 kilometer itu menjadi bagian dari penguatan infrastruktur digital di Sumatera Selatan.
Jaringan tersebut akan mendukung fiberisasi sekitar 20 menara BTS eksisting.
“Proyek ini sejalan dengan upaya penguatan jaringan 4G oleh operator seluler, guna meningkatkan kualitas layanan mobile broadband,” ujar Nasution.
Ia mengakui tantangan utama pembangunan jaringan di Air Sugihan adalah kondisi geografis berupa perairan dan rawa yang membentang luas.
Untuk mengatasinya, Telkom memaksimalkan jaringan eksisting dari wilayah Muara Padang dan Banyuasin, lalu menarik kabel mendekati site BTS di Air Sugihan.
.L
Upaya tersebut mendapat respons positif dari pemerintah desa dan masyarakat. Kepala Desa Rengas Abang, Agus Suseno, mengatakan penguatan sinyal sangat dibutuhkan, terutama di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.