Muchendi menambahkan, saat meninjau lokasi banjir beberapa waktu lalu, pihak perusahaan juga berkomitmen melakukan normalisasi sungai serta mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat.
BACA JUGA:Sebanyak 385 CJH OKI Dibekali Manasik Jelang Berangkat ke Tanah Suci
BACA JUGA:Disaat Anggaran Media Dipangkas, Dana Hibah 9 Parpol di OKI Tetap Rp1,3 Miliar
“Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut dan menjadi model kemitraan pembangunan di wilayah lain di OKI,” kata Muchendi.
Terkait penguatan layanan dasar, ia menjelaskan bahwa pembangunan Sarana Pengolahan Air Minum (SPAM) Air Sugihan akan dilanjutkan tahun ini melalui pembangunan Instalasi Pengelolaan Air (IPA) oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Instalasi tersebut akan memanfaatkan intake dari PT OKI Pulp, dengan target 7.200 sambungan rumah yang diupayakan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten.
Sementara itu, Vice Director PT OKI Pulp & Paper Mills, Gadang Harto Hartawan, menjelaskan bahwa proyek jalan tersebut mencakup pengecoran setebal 21 sentimeter dengan lebar 8 meter.
Konstruksi menggunakan wire mesh serta disertai penataan ruang milik jalan (RMJ) guna mencegah penyempitan badan jalan akibat pertumbuhan permukiman dan aktivitas usaha di sekitar Pasar Jeti Sungai Baung.
“Pembangunan jalan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional kami,” ujar Gadang.
Pembangunan dimulai pada Oktober 2025 dengan estimasi pengerjaan sekitar dua bulan.
Jalan yang sebelumnya rusak dan sulit dilalui itu kini diharapkan memperlancar arus transportasi dan perdagangan,
sekaligus memperkuat konektivitas sosial dan ekonomi masyarakat Bukit Batu dan Air Sugihan sebagai jalur distribusi penting menuju kawasan industri dan permukiman warga.*