Sayuran diiris tipis agar mudah menyatu dengan adonan. Udang kemudian diletakkan di atas adonan yang sudah dituangkan ke minyak panas, sehingga posisinya terlihat jelas di permukaan bakwan.
BACA JUGA:Martabak Tahu, Camilan Sederhana yang Kian Digemari di Berbagai Kalangan
BACA JUGA:Pangsit Ayam Suwir Pedas, Camilan Gurih yang Kian Digemari Pecinta Kuliner Nusantara
Salah satu kunci kelezatan bakwan udang terletak pada suhu minyak. Minyak harus cukup panas agar adonan langsung mengembang dan membentuk tekstur garing.
Jika suhu terlalu rendah, bakwan akan menyerap minyak berlebih dan terasa lembek. Sebaliknya, suhu terlalu tinggi dapat membuat bagian luar cepat kecokelatan sementara bagian dalam belum matang sempurna.
Di berbagai daerah, bakwan udang memiliki sebutan dan variasi berbeda. Di beberapa wilayah Jawa Barat, misalnya, gorengan serupa dikenal dengan nama “bala-bala,” meski umumnya tanpa tambahan udang.
Sementara di daerah pesisir, ukuran udang yang digunakan bisa lebih besar dan lebih melimpah, menyesuaikan dengan ketersediaan hasil laut setempat.
Selain dijajakan secara tradisional, bakwan udang kini juga merambah pasar modern. Beberapa pelaku usaha makanan beku memproduksi bakwan udang dalam kemasan siap goreng.
Konsumen cukup menyimpannya di freezer dan menggoreng saat dibutuhkan. Inovasi ini membuat bakwan udang semakin praktis dinikmati kapan saja tanpa harus membuat adonan dari awal.
Dari sisi gizi, bakwan udang mengandung karbohidrat dari tepung, vitamin dari sayuran, serta protein dari udang.
Namun, karena proses pengolahan dengan cara digoreng, konsumsinya tetap perlu dibatasi, terutama bagi mereka yang menjaga asupan lemak.
Sejumlah ahli gizi menyarankan untuk menyeimbangkan konsumsi gorengan dengan asupan buah dan sayur segar serta memilih minyak goreng yang berkualitas baik.
Harga bakwan udang relatif terjangkau. Di banyak kota, satu potong bakwan udang dijual mulai dari Rp2.000 hingga Rp5.000, tergantung ukuran dan lokasi penjualan.
Harga tersebut membuatnya dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga pekerja kantoran.
Tidak jarang, bakwan udang juga menjadi pilihan takjil saat bulan Ramadan karena rasanya yang gurih dan mengenyangkan.
Kreativitas pelaku kuliner turut mendorong lahirnya berbagai inovasi bakwan udang. Ada yang menambahkan jagung manis untuk rasa lebih manis alami, ada pula yang mencampurkan irisan daun seledri lebih banyak untuk aroma segar.