Di leg pertama (17 Februari 2026), Vini menjadi pahlawan kemenangan 1-0 di kandang Benfica.
BACA JUGA:Daftar 25 Pemain Garuda Futsal ke Thailand, Hanya 14 yang Lolos Skuad Final.
BACA JUGA:Hasil Everton vs Manchester United 0-1: Gol Sesko Antar Setan Merah Kembali ke Empat Besar.
Namun laga itu sempat dihentikan hampir 10 menit setelah Vini melaporkan dugaan pelecehan rasial yang melibatkan pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni.
Kasus tersebut kini dalam penyelidikan UEFA, dan sang pemain telah menerima sanksi sementara satu pertandingan dengan potensi hukuman lebih berat.
Alih-alih terpengaruh, Vinícius menjawab semuanya di atas lapangan. Dua gol dalam dua leg. Dua momen penting. Dua pernyataan tegas.
Di bawah arahan Alvaro Arbeloa, Madrid tampil disiplin dan efisien. Transisi cepat, pressing terukur, serta efektivitas di kotak penalti menjadi pembeda. Mentalitas Eropa mereka kembali terlihat — tidak panik saat tertinggal, tidak lengah saat unggul.
Kemenangan ini mengantar Real Madrid ke babak 16 besar Liga Champions musim 2025/2026. Los Blancos kini menunggu hasil undian untuk mengetahui calon lawan berikutnya, dengan potensi menghadapi raksasa seperti Manchester City atau Sporting Lisbon.
Satu hal yang pasti: ketika malam Liga Champions tiba, Real Madrid selalu menemukan caranya.
Bernabéu kembali menjadi saksi. Madrid kembali membuktikan. Dan Vinícius kembali berbicara lewat gol serta tarian penuh makna.
Real Madrid lolos. Eropa bersiap.